Coral Reefs atau Terumbu Karang adalah? - Ekor9.com

Coral Reefs atau Terumbu Karang adalah?

Terumbu karang itu apa, sih?

Dengan permukaannya yang keras, terumbu karang terkadang disalahartikan sebagai batu. Dan, karena mereka terikat, “berakar” ke dasar laut, mereka sering disalahartikan sebagai tanaman. Namun, tidak seperti batu, karang itu hidup. Dan tidak seperti tanaman, karang tidak membuat makanan sendiri. Menurut floridakeys.noaa.gov, terumbu karang sebenarnya adalah hewan.

Cabang atau gundukan yang sering kita sebut “karang” sebenarnya terdiri dari ribuan hewan kecil yang disebut polip. Polip karang adalah invertebrata yang ukurannya tidak lebih dari ujung peniti hingga diameter satu kaki (30 cm). Setiap polip memiliki tubuh seperti sakral (seperti kantung-kantung empedu) dan mulut yang dikelilingi oleh tentakel yang menyengat. Polip menggunakan kalsium karbonat (batu kapur) dari air laut untuk membangun kerangka keras berbentuk cangkir. Kerangka ini melindungi tubuh polip yang lembut dan halus.

apa itu terumbu karang, apa terumbu karang itu, apakah terumbu karang makhluk hidup, apakah terumbu karang itu, apakah terumbu karang bisa diperbaharui, maksud terumbu karang, bagaimana terumbu karang terbentuk, apa yang dimaksud dengan terumbu karang, dimana terumbu karang dapat hidup

Terumbu karang – via : animalpicturesociety.com


Struktur di bawah air ini merupakan susunan karang, atau semacam kerangka invertebrata kolonial di lautan. Spesies karang kemudian membangun terumbu bernama ‘hermatypic’ yang keras. Komponen tersebut berasal dari hasil ekstraksi kalsium karbonat yang ada di dalam air laut. Dengan demikian, karang bisa menciptakan kerangka kuat demi melindungi tubuhnya yang lembut seperti kantung.

Ada pun karang lain yang tidak terlibat dalam penyusunan terumbu menjadi karang yang lebih ‘lunak’. Organisme ini fleksibel. Mereka berwujud pohon atau tanaman. Misalnya spesies cambuk laut atau kapas laut. Demikianlah data dari organisasi lingkungan nirlaba bernama Coral Reef Alliance (CORAL).

Ada pun istilah ‘polip’ digunakan untuk setiap individu karang. Seiring berjalannya waktu, terumbu karang terus tumbuh. Tadinya berupa kerangka kecil, lalu menjadi fitur besar yang berkontribusi untuk lingkungan laut. Eksistensinya tersebar ke seluruh lautan di dunia.

Terumbu karang paling jumbo biasanya ditemukan di perairan tropis dan subtropis yang dangkal dan jernih. Contohnya Great Barrier Reef yang ada di Australia. Ukurannya mencapai 2.400 km. Namun penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan. Pasalnya, ilmuwan baru mengeksplor sekitar 20% saja.

Baca Juga:  12 Hewan Laut yang Cantik, Begitu Indah Memesona!

Kehidupan Terumbu Karang

Rupanya karang memiliki ratusan spesies. Mereka memiliki warna dan susunan bentuk yang bervariasi. Ada terumbu karang yang bundar, tinggi, berlipat-lipat, cambuk, atau kipas yang kadang menyerupai tanaman cerah berbentuk rumit.

Terumbu karang merupakan anggota filum Cnidaria. Kelompok ini mencakup anemon, ubur-ubur, Portuguese man o’war, dan aneka invertebrata lainnya.

Cara makan terumbu karang ada dua. Sebagian spesies memburu makhluk laut kecil seperti plankton dan ikan kecil. Mereka menggunakan tentakel yang menyengat. Tetapi mayoritas spesies mengandalkan metode ‘zooxanthellae’, yang bergantung pada alga, khususnya untuk memberikan energi dari proses fotosintensis.

Alga atau ganggang akan ‘numpang’ hidup di dalam polip karang. Lalu mereka memproduksi energi untuk polip tersebut dan untuk diri mereka sendiri. Sebagai imbalannya, polip akan menyediakan ‘rumah’ sekaligus karbondioksida.

Sebagian spesies terumbu karang, misalnya brain coral atau karang otak, merupakan hermafrodit. Dengan kata lain, mereka bisa menghasilkan sperma dan telur secara bersamaan. Reproduksi seksual biasanya terjadi di masa-masa khusus pemijahan karang massal. Untuk beberapa spesies, momen tersebut hanya terjadi setahun sekali.

Lalu ada spesies lain, misalnya karang elkhorn, yang bersifat gonochoric. Artinya, karang tersebut membuat koloni yang terdiri atas betina semua atau jantan semua. Lalu di dalam setiap koloni tersebut, masing-masing polip akan menghasilkan sperma atau telur. Agar reproduksinya berhasil, koloni satu mesti bergantung pada koloni lainnya agar bisa memproduksi sel reproduksi lain.

Dunia Terumbu Karang

Mayoritas terumbu karang raksasa yang ada sekarang berusia sekitar 5.000 dan 10.000 tahun. Mereka banyak ditemukan di perairan air hangat, dangkal, dan jernih. Sebab di sanalah spot termudah untuk mengakses sinar matahari, sehingga alga yang diandalkan untuk menyediakan makanan jadi terawat.

Kurang dari 1% terumbu karang menutup dasar lautan. Jika semua dikombinasikan, diperkirakan areanya sekitar 285.000 km persegi. Ukuran tersebut setara dengan negara bagian Nevada. Meski terbilang sedikit, namun terumbu karang menjadi salah-satu ekosistem paling beragam dan produktif di bumi.

Baca Juga:  Sehat dan Lezat, Ini 10 Jenis Ikan Laut yang Biasa Dikonsumsi

Kurang-lebih 25% spesies lautan mengandalkan keberadaan terumbu karang untuk tempat berlindung, makan, dan pembiakan. Karena keanekaragaman hayatinya, tak jarang terumbu karang juga disebut sebagai hutan hujannya lautan. Lebih lagi, terumbu karang menjadi ‘rumah’ bagi 700 spesies karang, 4.000 spesies ikan, dan ribuan hewan serta tanaman lainnya.

Menurut CORAL, umumnya terumbu karang dibagi menjadi 4 kategori. Ada terumbu tepi, terumbu petak/tambal, terumbu penghalang, dan ‘atolls’. Terumbu tepi merupakan terumbu yang tumbuh di sekitar garis pantai, sehingga mudah terlihat. Terumbu penghalang tumbuh terpisah dari garis pantai dan dipisahkan oleh laguna luas nan dalam. Terumbu petak ada diantara terumpu tepi dan penghalang. Lalu cincin-cincin karang yang membentuk atoll akan menciptakan semacam laguna terlindung dan letaknya ada di tengah lautan.

Terumbu Karang Terkepung

Habitat kritis ini menjadi tempat bergantung bagi banyak spesies lautan. Tidak hanya itu saja, setiap tahunnya terumbu karang menyumbang sekitar $30 miliar kepada para manusia. Entah itu melalui perikanan, makanan, atau pun pariwisata.

Namun eksistensi terumbu karang belum benar-benar aman. Masih ada ancaman. Sebut saja peningkatan pengasaman laut. Hal ini diakibatkan beban lautan yang menyerap karbondioksida yang ada di atmosfer melalui pembakaran bahan bakar fosil. Sehingga karang jadi kesulitan memproduksi exoskeleton kalsium karbonat yang menjadi perlindungan.

Malapetaka berikutnya merupakan polusi air. Entah itu yang berasal dari pupuk tanaman, pestisida, limbah, bensin, minyak, plastik, dll. Sehingga hubungan kompleks yang sudah lama terjalin di dalam lautan jadi rusak.

Suhu lautan dunia yang terus menanjak juga jadi permasalahan serius. Kondisi ini terjadi akibat pemanasan global. Karang jadi kehilangan warna cerah cemerlangnya, sebab zooxanthellae mereka hilang. Pemandangan yang ada hanya berupa kerangka putih. Fenomena ini kerap disebut sebagai pemutihan karang. Biasanya kondisi ini berujung pada kematian.

Aksi penangkapan ikan juga menyumbang kerusakan terumbu karang. Apalagi kalau ada oknum yang menyemprotkan sianida demi menyengat ikan. Ada juga yang menggunakan bahan peledak serta pukat harimau yang berlebihan. Cara-cara tersebut bisa meluluhlantakkan terumbu karang yang sudah terbentuk selama ribuan tahun dalam kurun waktu beberapa menit saja. Parah, ya?

Baca Juga:  Terumbu Karang itu berfungsi untuk apa sih?

Masa Depan Terumbu Karang Great Barrier Reef

Sebagai terumbu karang terbesar di dunia, Great Barrier Reef memiliki banyak penghuni. termasuk 400 spesies karang, ribuan spesies ikan, lalu ular laut, moluska, paus, penyu laut, lumba-lumba, dll. Sayang sekali, hotspot ekologis keren ini juga diintai ancaman.

Pada tahun 2016, gelombang panas membuat Great Barrier Reef mengalami fenomena pemutihan, lalu terjadi kematian tragis. Tentu saja kondisi ini mesti disadari dan diwaspadai bersama. Pasalnya, terumbu karang sehat bisa menjadi cerminan lautan yang sehat juga.

Ada pun laut menjadi salah-satu elemen penting bagi kehidupan bumi. Jangan sampai setiap terumbu karang terus rusak, lalu ribuan spesies di dalamnya jadi terancam punah. Jangan sampai terumbu karang yang selama ini ikut melindungi garis pantai akan goyah, lalu ketika badai datang, daratan akan diterjang. Bukan tidak mungkin, beberapa negara atau kepulauan di dataran rendah akan hanyut oleh air.

Apakah terumbu karang bisa diperbaharui? berbagai upaya terus digalakkan. Termasuk pemerintah Australia, yang mengajukan rencana jangka panjang untuk melestarikan Great Barrier Reef. Usaha-usaha yang sudah dilakukan diantara dengan menghilangkan bahan kimia, limbah, menindak tegas penangkapan ikan liar, dll.

Beberapa pihak membantu dengan membangun kembali terumbu karang di lautan. Para ilmuwan juga sedang mengeksplor upaya membiakkan spesies karang yang lebih tangguh. Para ilmuwan merawat karang di laboratorium, lalu menempatkannya di lingkungan eksperimental untuk diteliti lebih lanjut.

Para ahli ekologi terumbu karang juga terus bereksperimen dengan menumbuhkembangkan karang pada kerangka baja. Mereka menempatkan kerangka tersebut di atas bagian terumbu yang rusak. Untuk mempercepat pertumbuhannya, arus listrik sengaja dikirim melalui kerangka baja.

Kampanye demi kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya terumbu karang hampir tidak pernah padam. Semoga tetap lestari. Terumbu Karang adalah? #RD

error: