Tentang Tomcat, Ciri-Ciri hingga Cara Mengatasinya

Tomcat, ialah serangga yang populer karena pernah mewabah secara regional pada beberapa kota di Indonesia.

Sejak menjadi pemberitaan di berbagai media, tomcat lantas menarik perhatian dan kepedulian masyarakat akan keberadaannya. Apalagi, pada beberapa kasus, gigitan tomcat bisa menyebabkan dermatitis yang cukup parah.

mengusir dari efek menangani penyembuhan pada bayi penanganan gatal menyembuhkan hidup hilangkan hewan hama mencegah kena obati kamar ke karena kulit penyakit luka membersihkan mengeringkan sembuhkan membunuh obat pengobatan pencegahan penularan penanggulangan pembasmian pengendalian pemberantasan penyebaran reproduksi kerja start serangga menghindari daur urut adalah bisa tersengat usir ampuh wabah yang sudah parah

Padahal, sebenarnya tomcat bukanlah hewan pengganggu, dan justru dapat membantu petani mengendalikan hama. Namun, dampak pembangunan akhirnya memancing perpindahan tomcat dari rawa dan persawahan, secara sporadis menuju ke permukiman. Kalau begitu, siapa menganggu siapa, ya? Tomcat yang mengganggu manusia, atau manusia yang mengusik kesejahteraan tomcat?

Anyway, kita sepertinya perlu mengenal tomcat lebih dekat agar mampu berempati pada pada kehidupan mereka. Yuk, cari tahu!

Ciri-Ciri Tomcat

Nama tomcat diberikan karena bentuk serangga ini menyerupai pesawat tempur Tomcat F-14. Jadi bukan karena mirip karakter kucing bernama Tom dalam serial Tom & Jerry, ya. Tidak ada hubungannya sama sekali.

Baca Juga:  Ada Semut Terbang, Pertanda apa?

Jika kamu belum pernah bertemu dengannya, berikut ini ciri-ciri umum tomcat yang biasa dikenali:

  • Berukuran relatif kecil sebagaimana keluarga semut, yaitu sekitar 2—8 mm.
  • Bertubuh hitam dengan garis oranye di sekitar perut.
  • Memiliki sayap dengan semburat warna biru kehitaman.
  • Memiliki antena di kepala, seperti keluarga semut lainnya.
  • Menaikkan abdomen saat merasa terancam, sebagai bentuk pertahanan (seperti posisi kalajengking).
  • Tertarik pada sumber cahaya, seperti laron.
  • Dapat hidup secara soliter maupun koloni.

Secara alamiah, tomcat tidak suka menyerang manusia. Namun, ada kalanya ia merasa terancam dan memberikan gigitan yang berdampak cukup serius terhadap kulit manusia maupun hewan, berupa dermatitis yang meluas hingga kulit melepuh. Jika sudah begitu, tidak ada pilihan selain membasmi keberadaannya.

Cara Membasmi Tomcat

Untuk membasmi tomcat yang telah melalangbuana di lingkungan kamu, ada beberapa hal yang bisa dimanfaatkan, antara lain:

  1. Obat nyamuk semprot, tidak hanya efektif untuk nyamuk, melainkan juga bisa membasmi tomcat.
  2. Pestisida, dapat mematikan bagi tomcat yang tampak maupun bersembunyi.
  3. Daun lengkuas, serai, dan mimba, @ 1 kg, lalu tumbuk dan campur dengan 5 liter air. Diamkan selama 3 hari, kemudian gunakan larutan alami ini untuk menyemprot tomcat.
Baca Juga:  5 Manfaat Kecoa Bagi Kesehatan Dalam Kehidupan Manusia, Apa Aja Sih?

Yang perlu diwaspadai, apabila ada tomcat yang telah menggigit kamu, atau salah satu anggota keluarga kamu. Bagaimana cara mengatasinya?

Cara Mengatasi dan Mengobati Gigitan Tomcat

Ketika tomcat terlanjur menggigit manusia, tidak perlu terburu-buru pergi ke rumah sakit. Kamu bisa melakukan penanganan berikut ini:

  • Jangan digaruk atau ditekan, agar tidak terjadi penyebaran racun pada kulit di sekitarnya.
  • Jangan menggosok atau mengobati luka gigitan tomcat dengan obat merah.
  • Bilas luka gigitan dengan air mengalir, cuci menggunakan sabun antiseptik, bilas, lalu segera keringkan kembali.

Namun, ingat prinsip, lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi, ada baiknya kamu sebisa mungkin menghindari serangan para tomcat. Bagaimana caranya?

Baca Juga:  Obat Alami dari Undur-Undur. Si Kecil yang Besar Khasiatnya

Cara Menghindari Gigitan Tomcat

Daripada menanggung akibat dari gigitan tomcat, lebih baik kamu segera mengambil langkah, untuk menjauhkan tomcat dari lingkungan rumah. Berikut ini beberapa upaya yang bisa kamu coba:

  • Membersihkan lingkungan di sekitar, terutama dari barang bekas yang bertumpuk dan tidak terpakai.
  • Merawat dan merapikan tanaman.
  • Menyemprot obat nyamuk atau insektisida.
  • Pasang kelambu nyamuk untuk melindungi tempat tidur.
  • Bersihkan tempat tidur dengan penebah.
  • Mematikan lampu di malam hari atau menjelang tidur.
  • Tutup pintu dan jendela.
  • Pasang kasa nyamuk pada ventilasi udara.

Dengan mengetahui ciri-ciri, serta menerapkan cara-cara yang telah disebutkan, kamu bisa meminimalisir risiko penyakit akibat tomcat. Namun, kita juga harus menyadari adanya peringatan di balik wabah tomcat di perkotaan.

Bahwa, kita harus lebih peka terhadap kondisi lingkungan. Bahwa, bumi ini bukan hanya untuk manusia, melainkan seluruh makhluk Tuhan yang bergantung pada alam. Tentang serangga tomcat, Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya. -NSP

error: