Sifat Karakter dan Cara Perawatan Anjing Pekingese si Barongsai China

Anjing ini dinamakan Pekingese karena dahulu kala dipersembahkan oleh seorang Inggris ke istana kekaisaran China di Peking. Anjing pet dog ini memang asli dari daratan China, namun belakangan lebih banyak dikembangbiakan di Eropa, khususnya Inggris. Hingga sekarang Pekingese yang terbaik selalu berasal dari Inggris.

Pekingese sudah dikenal di Indonesia sejak tahun 1970-an, tapi hingga kini belum ada penggemar yang berminat mengembangkan kualitasnya. Kalaupun ada kolektornya, mereka biasanya mengimpor langsung dari Inggris.

Tubuh Pekingese terlihat gemuk oleh bulu-bulunya yang panjang menjurai dan lebat, padahal bobotnya hanya 2-8 kg. Bulunya terdiri dari 2 lapis sehingga terlihat tebal seperti bulu domba tapi lurus. Warna bulu Pekingese ada 3 macam, putih mulus (snow white), cokelat, dan particolor yang terdiri lebih dari satu warna misalnya hitam dan putih. Si Snow White seperti boneka, cantik, dan menggemaskan, sedangkan Si Cokelat tampak seperti bercadar hitam. Jenis yang particolor masih terhitung baru di Indonesia. Karena masih langka, dia jadi lebih eksotik.

Sepasang mata yang bulat berwarna hitam kelam mengiasi wajahnya, matanya yang bersinar itu tampak terlalu besar untuk wajah mungilnya. “Wajahnya seperti barongsai atau singa”, komentar D. Tjahyono, seorang pecinta sekaligus pedagang anjing. Yang dimaksud barongsai ialah topeng tradisional berambut panjang dan lebat pada wajahnya. Dikatakan seperti barongsai karena mukanya yang mungil dipenuhi dengan bulu-bulu yang tebal. Bukan hanya raut mukanya, geraknya pun rolling, mirip penari barongsai yang sedang beraksi.

Baca Juga:  Caplak Pada Anjing, Cara Mencegah Menghilangkannya Secara Permanen

Gerakan Pekingese banyak dipengaruhi oleh anatomi tubuhnya. Kakinya tampak terlalu pendek pendek untuk menopang badannya yang penuh dengan bulu itu. Belum lagi bentuk dadanya yang bidang dan melengkung ke bawah. Semua itu mengakibatkan gerakannya menjadi lucu dan menggemaskan.

Sifat dan Karakternya Lucu dan Konyol

jual anjing peking asli, jual anjing peking bali, jual anjing peking bandung, jual anjing peking di bali, jual anjing peking di medan, jual anjing peking jakarta, jual anjing peking malang, jual anjing peking murah, jual anjing peking surabaya, jual anjing pekingese, jual anjing pekingese 2017, jual beli anjing peking, jual beli anjing peking di bali, jual beli anjing pekingese, karakter anjing peking, karakter anjing pekingese makanan anjing peking, makanan anjing pekingese, merawat anjing peking, merawat anjing pekingese, merawat bulu anjing peking, perawatan anjing peking, perawatan anjing pekingese, perawatan anjing pekingese, sifat anjing peking, sifat anjing pekingese, tips merawat anjing peking

Kesan sebagai seekor anjing galak tidak ada pada sosok anjing ‘mainan’ yang bermoncong amat pendek ini. Oleh karena itu dia digolongkan ke dalam kelompok anjing mainan (toy group). Walaupun sosoknya kecil, tapi dia kelihatan gagah berani dan percaya diri seperti layaknya seekor singa. Tapi jangan tertipu oleh tampangnya yang ‘imut-imut’ itu. “Dia memiliki sifat loyal, tidak mudah stress, punya intelegensia tinggi, dan mudah diajar”, tutur Dedi yang telah berkecimpung dalam dunia peranjingan selama lebih dari 20 tahun.

Pekingese memang ‘pribadi’ yang menyenangkan. Dia tidak penakut tapi juga tidak agresif. Sikapnya manis, menjanjikan kesenangan dan persahabatan bagi pemiliknya. Pribadi Si Mungil ini tampak dari ekspresi wajahnya yang selalu cerah. Sifatnya yang menawan membuat  Pekingese jadi binatang peliharaan kesayangan Kaisar China dan Ratu Alexandra dari Inggris di akhir abad XIX. Bahkan beberapa tahun sebelum abad XIX berakhir, di Tiongkok telah didirikan Asosiasi Anjing Istana Peking.

Baca Juga:  5 Hewan Selain Anjing yang Bisa Menjaga Rumah

harga anjing little pekingese, harga anjing peking, harga anjing peking terbaru 2017-2018-2019-2020-2021, harga anjing peking asli, harga anjing peking berkisar paling mahal, harga anjing peking di bali, harga anjing peking di medan, harga anjing peking medan, harga anjing peking mix harga anjing pekingese, harga jual anjing peking, harga jual anjing pekingese, jual anak anjing peking, jual anak anjing pekingese, jual anjing peking

Perawatan Anjing Pekingese Cukup di Atas Meja

Kalau dilihat dari bentuk fisiknya, perawatan Pekingese seharusnya lebih sulit daripada anjing jenis lain seperti herder atau doberman. Padahal, “Tidak seperti doberman yang harus di lapangan, merawat Pekingese cukup di atas meja”. Karena Si Barongsai China ini lebih banyak diperhatikan segi keindahannya.

“Yang paling penting adalah perawatan matanya”, ujar Dedi. Dia selalu memberi eye lotion agar mata tetap bening dan berbinar. Bagian tubuh yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah bulunya.

Bulu-bulu indah Pekingese perlu dirawat dengan menyisirnya 1-2 kali seminggu supaya tidak kusut. Untuk menghindari kelembapan kulit akibat tebalnya bulu, anjing diberi bedak agar kulitnya tetap dalam kondisi kering. Namun bulu yang kering dan tersisir rapi saja rupanya belum cukup untuk anjing ‘mainan’ ini. Khusus bagi yang berwarna cokelat perlu conditioner spray 2 kali seminggu untuk membuat bulunya jadi kekuningan. Lain dengan Si Snow White, dia perlu dry shampoo walaupun tidak rutin.

Untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tetap sehat dibutuhkan pakan cukup dan vaksinasi. Pakan berupa dog food yang diberikan 2 kali sehari, pagi dan sore. Vitamin diberikan tiap hari, baik bagi anjing anakan maupun dewasa khususnya yang sedang tumbuh. Pakan untuk anakan berupa puppy food. Pemberiannya minimum 4 kali sehari. Agar pertumbuhan bulunya bagus, di dalam pakannya ditambahkan lanolic oil, yang diberikan pada saat bulunya sedang tumbuh menjelang dewasa. Penambahan lanolic oil ini juga dilakukan saat anjing dipersiapkan untuk show. Selain pakan, vaksinasi juga dianjurkan setahun sekali agar anjing tidak terkena rabies.

Baca Juga:  Lengkap! Tips Memilih Nama Terbaik untuk Anjing Kesayangan

Walau Kecil Harganya Mahal

Kecantikan Si Barongsai China memang tidak disangsikan lagi. Untuk dapat menikmati kecantikan dan merasakan kehangatan persahabatannya. Anda harus lera merogoh kocek Rp. 1-1,5 juta untuk seekor anakan berumur 2 bulan. Sebenarnya tinggi rendahnya harga Pekingese dipengaruhi oleh warna dan prestasinya. Snow White milik Dedi dulu diimpor dengan harga Rp. 4,5 juta (umur 8 bulan). Kalau dijual diperkirakan bisa mencapai Rp. 7,5 juta, tapi Dedi tidak akan menjualnya. Dia hanya akan menjual anakannya saja. Pekingese cokelat lain lagi. Harga impornya Rp. 2,5 juta pada umur 10 bulan.

Pekingese alias Si Barongsai China ini walaupun kecil tapi mahal harganya. Namun, pecintanya tidak akan segan membelinya dengan harga tinggi untuk dapat menikmati “kecantikannya”. Sifat Karakter dan Cara Perawatan Anjing Pekingese si Barongsai China. #PK

error: