Mencegah dan Mengatasi Penyakit Anthrax pada Hewan Ternak

Penyakit yang berbahaya bagi hewan dan manusia ini, harus dikendalikan dan diputuskan sikus hidup sporanya. Untuk itu perlu penanganan yang serius. Di bawah ini penjelasan Prof. Dr. Suratno Partoatmodjo dan drh. Suprojo Hardjoutomo, MS, tentang pencegahan dan pengendalian penyakit anthrax.

bakteri penyebab penyakit anthrax, cara pencegahan penyakit anthrax, ciri penyakit anthrax pada sapi, ciri penyakit anthrax pada sapi, epidemiologi penyakit anthrax di indonesia, gambar penyakit anthrax pada sapi, gejala penyakit anthrax pada hewan, gejala penyakit anthrax pada manusia

Daftar Isi :

1. Vaksinasi

Anthrax disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis, penyakit Anthrax umumnya menyerang hewan ruminansia seperti sapi, kerbau, kuda, kambing dan domba, oleh karena itu hewan ternak tersebut memerlukan vaksinasi. Vaksinasi ditujukan untuk mencegah terjangkitnya penyakit ini. Bahkan sangat dianjurkan agar vaksinasi dilakukan sedini mungkin, sebab penyakit ini dapat mewabah.

Kegiatan itu bisa dilakukan saat ruminansia berusia 3 bulan dengan Anthravet (vaksin anthrax) secara sub kutan atau penyuntikan di bawah kulit. Untuk sapi atau kerbau, dosis yang diberikan 1 cc per ekor. Sedangkan untuk kambing dan domba, diberikan suntikan dengan dosis setengah dari jumlah tersebut.

Baca Juga:  Menguak Peranan Obat-Obatan Di Tambak Udang Intensif

Selain dengan vaksin, penyuntikan itupun bisa menggunakan serum anti anthrax sebanyak 100 cc per ekor. Sebaiknya program vaksinasi itu diulangsi setiap 6 (enam) bulan sekali, atau paling lambat setahun sekali.

2. Mematikan siklus spora

Ternak yang telah terserang anthrax, sebaiknya diisolasi atau dipisahkan dari ternak yang sehat. Cara terbaik dengan memindahkan ternak yang sehat ke tempat lain. Bukan ternak yang sakit. Ini untuk mencegah agar penyebrangan kuman atau spora anthrax tidak meluas.

Pengobatan ternak yang sakit dilakukan dengan penyuntingan secara sub kutan, serum anti anthrax sebanyak 150 cc per ekor, bagi sapi dan kerbau dewasa. Sedangkan bagi sapi dan kerbau muda (kecil), serta kambing dan domba, dosisnya cukup setengah dari jumlah itu.

penyakit anthrax pada ternak, penyakit anthrax pdf, penyakit anthrax ppt, penyakit antrax di blitar, penyakit antrax pada hewan, penyakit antrax pada kuda, penyebab penyakit anthrax, penyebab penyakit antraks pada sapi, sejarah penyakit anthrax, upaya pencegahan penyakit anthrax

Di samping itu, bisa juga digunakan antibiotik seperti penisilin dengan dosis 20.000 IU per berat badan. Lama pengobatan biasanya empat hari, tapi bisa juga diteruskan sampai ternak itu sembuh.

Baca Juga:  Peternakan Hewan

Untuk mencegah mewabahnya penyakit ini, daerah pengobatan dan vaksinasi diperluas dengan radius yang diterapkan 10 km. Pada radius inipun diberlakukan pelarangan jual-beli dan lalu-lintas ternak ke daerah lain.

Satu hal yang harus diperhatikan, dan penting untuk diikuti, apabila ternak berpenyakit anthrax itu mati. Bangkai yang banyak mengandung kuman penyakit itu harus cepat ditangani dengan membakar dulu lalu menguburkannya sedalam 3 meter. Sebelum dikubur, masih perlu disiram dengan desinfektan (KMNO4) dan tanahnya ditaburi kapur. Melalui perlakuan ini, daur hidup kuman anthrax akan putus, dan tidak sempat membentuk spora.

Di samping itu, lakukan pemetaan daerah-daerah yang terjangkit anthrax, sehingga jalu lalu-lintas ternak dapat diawasi.

3. Sanitasi kandang

Karena penyebaran anthrax dalam bentuk spora bisa terjadi di mana saja. Maka kebersihan kandang sebagai tempat tinggal ternak mutlak diperlukan. Kandang dan berbagai peralatan yang digunakan harus bersih. Bersih dari kotoran ternak, dari serangga yang ada di kandang, dan bebas dari spora. Untuk itu, semuanya harus disemprot dengan insektisida atau desinfektan secara teratur.

Baca Juga:  7 Cara Menangani "Menanggulangi" Limbah Kotoran Ternak Pada Peternakan

4. Pakan yang bergizi

Pengaruh pakan tidak terlihat secara langsung dalam mencegah penyakit ini. Tetapi ternak yang lemah karena kekurangan pakan, dan kualitas gizi yang rendah, akan lebih mudah terserang anthrax. Karena pemberian pakan yang bergizi, teratur, dengan jumlah yang cukup, dapat meningkatkan daya tahan tubuh ternak.

Menurut Prof. Dr. Suratno Partoatmodjo, penyakit anthrax it tidak perlu terjadi lagi. Asal diketahui distribusi penyakit itu, vaksinasi yang teratur, dan jangan memotong hewan yang sakit. Sedangkan daerah distrik anthrax, harus diperoleh ternak yang suah kebal penyakit itu. Pencegahan dan Mengatasi Penyakit Anthrax.

error: