Cara Memelihara Ikan Piranha Perut Merah di Akuarium

ekor9.com. Ikan Piranha merah atau piranha perut merah (Pygocentrus nattereri) menjadi member dari subfamili piranha Serrasalmidae. Spesies tersebut terkenal karena reputasinya sebagai predator air tawar yang rakus.

Mereka hidup dalam kelompok besar. Sebagian besar waktunya digunakan untuk memburu dan melahap mangsa. Tak heran kalau ikan ini betah tinggal di perairan yang kaya akan makanan.

Piranha perut merah sendiri sering ditemukan di perairan dangkal, perairan dalam, dan perairan berlumpur. Keberadaan mereka membawa bahaya bagi hewan lain, termasuk manusia.

Habitat asli ikan piranha perut merah

piranha di akuarium

Pada 1858, ikan ini untuk pertama kali dideskripsikan. Waktu itu mereka masih dinamai sebagai Serrasalmus nattereri dan Rooseveltiella nattereri. Sampai sekarang, nama ilmiah piranha memang terus didiskusikan dan kerap menimbulkan perbedaan. Bukan hal mustahil kalau kelak nama ilmiahnya kembali berubah.

Habitat aslinya sendiri ada di Sungai Amazon, cekungan sungai pesisir Brasil barat laut, dan Paraguay-Parana. Mereka juga tersebar di basin sungai Essequibo. Beberapa cekungan sungai ini ada di Peru, Argentina, Guyana, Bolivia, Ekuador, Paraguay, Urusuay, dan Brasil. Warna ikan di alam liar bisa jadi berbeda ketika mereka tinggal dalam akuarium. Hal itu tergantung makanan dan kondisi akuariumnya. Baca : Informasi Tentang Ikan Piranha Lengkap

Deskripsi piranha perut merah

Piranha di alam liar bisa tumbuh sampai 30 cm. Namun jika sudah memasuki akuarium, piranha perut merah ini cenderung berukuran kecil. Masa hidupnya sendiri sekitar 10 tahun. Namun ada juga yang bisa bertahan sampai lebih dari 20 tahun.

Warna tubuh piranha tergantung habitatnya. Variasinya dari kemerahan hingga kekuningan. Bagian tubuh lain tampak berwarna emas, perak, dan hitam. Ukuran siripnya juga berlainan, dipengaruhi oleh faktor habitat dan umpannya.

Kepalanya memiliki warna yang berbeda, tergantung dari makanannya. Bentuk kepalanya juga yang tumpul, lalu di atas matanya terdapat semacam cekungan kecil.

Baca Juga:  Panduan Lengkap Perawatan Ikan Guppy Endler

Kesulitan memelihara piranha perut merah

Menu makan piranha yang ada di penangkaran tidaklag rumit. Lagipula ikan ini bukan tipikal penuntut. Namun tetap saja ikan ini bukan peliharaan yang cocok ditangani aquarist pemula. Bagaimana pun, piranha ini termasuk ikan berukuran jumbo dan predator natural. Anda pun dituntut untuk selalu waspada. Sebab, tak jarang piranha ini menyerang dan menyakiti pemiliknya sendiri. Contohnya ketika anda mengangkut dan memindahkan ikan ke akuarium lain.

Memelihara piranha perut merah dalam akuarium

Ukuran tangki atau akuarium yang ideal untuk piranha ini yaitu 240 liter lebih. Suhunya 24 sampai 27 derajat Celcius. Sedangkan pH-nya antara 6,5-7,5. Ikan ini aktif, agresif, dan berenang di seluruh lapisan air. Baca : Memelihara Ikan Pacu di Akuarium

Tangki berukuran lebih dari 240 liter bisa ditempat oleh, setidaknya, 4 spesies ikan piranha. Sebenarnya mereka agak pemalu, sehingga disarankan agar anda menyediakan spot-spot untuk bersembunyi dalam akuarium. Gunakan bebatuan atau dekorasi keras, karena piranha ini gemar merusak.

Air untuk piranha mesti selalu bersih. Pemeriksaan kandungan nitrat dan amonia mesti dilakukan secara rutin . Lakukan dengan cara memperbarui dan menguji air. Anda juga mesti memiliki filter eksternal agar kemurnian air terus terjaga.

Makanan Ikan Piranha di Akuarium

piranha aquarium, aquarium piranha, setting aquarium piranha, piranha aquarium fish, piranha dalam aquarium, piranha for aquarium, piranha habitat aquarium, piranha in aquarium, makanan piranha aquarium, types of aquarium piranha, akuarium untuk piranha

Ketika memburu makanan, ikan ini mengandalkan serangan tiba-tiba yang sangat cepat. Penciuman mereka sangat sensitif, apalagi kalau ada darah. Mereka akan dengan mudah menemukan sumber darah itu dan mencabik-cabik incarannya. Mereka juga kerap mengeroyok mangsa sampai tak berdaya.

Jika piranha melihat ikan hewan lain, meski dalam air berlumpur, maka kemungkinan besar nyawanya akan melayang. Kumpulan ikan yang diburu oleh piranha akan panik sendiri. mereka berusaha melarikan diri. Namun usaha mereka kalah oleh kegesitan piranha, yang langsung menelan bulat buruan kecil dan merobek-robek mangsa besar, lalu melahapnya juga.

Saking rakusnya, ikan piranha perut merah ini memakan apa pun yang mereka lihat. Bahkan ikan jantan bisa mengonsumsi tanaman air juga. Hanya saja, penemuan ilmuwan menunjukkan kalau piranha ini tidak melukai lele sehat dari jenis Hoplosternum. Bahkan lele ini punya nyali besar untuk mendekati piranha dan memakan parasit yang terdapat pada kulitnya.

Baca Juga:  3 Ikan Air Tawar yang Paling Cepat Besar Pertumbuhan dan Panennya

Menu utama piranha adalah ikan lain. Namun mereka juga bisa menyerang mamalia lain yang sedang minum atau berenang. Termasuk burung malang yang sedang berada di dekat air. Untuk piranha akuarium sendiri, mereka bisa diberi makan berupa udang beku, fillet ikan, daging cumi, kulit ular, jantung, tikus, dll.

Mereka tidak disarankan mengonsumsi produk pakan ikan khas pasaran, termasuk pelet atau serpihan. Mereka lebih bernafsu melahap makanan daging seperti cacing, ikan, dan udang. Kalau mau, mereka juga bisa diberi sayuran/tanaman. Namun hati-hati jika anda ingin menyuapinya, salah-salah malah tangan anda sendiri yang terluka dan berdarah.

Teman yang sesuai untuk ikan piranha perut merah

Menyatukan piranha dengan ikan lain tentu jadi ide kontroversial. Ada yang beranggapan kalau hal tersebut mustahil terjadi. Ada juga yang membuktikan kalau piranha memang bisa berbagi tempat tinggal dengan ikan-ikan kecil. Baca : Cara Memelihara Ikan Silver Dollar di Akuarium

Kesuksesan tersebut tentu dipengaruhi banyak faktor. Entah itu terkait ukuran akuarium, jumlah piranha, banyaknya tanaman, pola makan, temperamen masing-masing ikan, dsb. Namun ikan piranha lebih aman disatukan dengan spesies ikan berukuran besar. Contohnya pleco, lele raphael bergaris, pacu hitam, dll.

Bristlenose pleco dan pleco umum juga bisa menjadi rekan ideal bagi piranha ini. Keduanya lebih senang berenang di lapisan air bawah. Sehingga mereka terhindar dan terlindungi dari agresivitas piranha. untuk jaga-jaga saja, sebaiknya selalu awasi piranha. Kalau memang sangat ragu, sebaiknya mereka hidup dalam satu spesies saja.

Perbedaan jenis kelamin Piranha Perut Merah

Menentukan mana piranha perut merah jantan dan betina terbilang cukup sulit. Anda mungkin baru ngeh ketika ikan memasuki masa pemijahan, baik dari penampilan maupun kelakuannya. Piranha betina memiliki perut yang lebih buncit. Sementara itu, piranha jantan tampak berwarna cerah.

Pembiakan Ikan Piranha Perut Merah di Akuarium

Piranha yang tumbuh besar dalam tangki biasanya memasuki masa reproduktif ketika panjangnya mencapai 15 cm, atau ketika emreka sudah berusia 18 bulan. Wajar anda kesulitan menentukan jenis kelamin mereka. Namun anda bisa membeli 6-8 ekor ikan dan membiarkan mereka tumbuh bersama. Biasanya ikan jantan berwarna lebih cerah, namun beberapa kasus justru menunjukkan sebaliknya. Ikan jantan justru terlihat lebih gelap, dengan perut kekuningan.

Baca Juga:  15 Jenis Ikan Hias Kecil yang Suka Bergerombol

Untuk parameter airnya sendiri, ikan ini tidak begitu memprioritaskan tingkat kekerasan dan keasaman. Namun pastikan suhu airnya berkisar antara 25-27 derajat Celcius. Piranha ini bisa berkembangbiak dalam akuarium yang ditempati berpasangan atau secara kelompok. Jika berkelompok, kapasitasnya antara 150 – 227 liter.

Lakukan pemurnian air menggunakan substrat berupa kerikil kecil. Anda juga bisa memanfaatkan filter eksternal. Baca : Ikan Air Tawar Paling Besar

Awal periode ini ditandai dengan pembuatan sarang oleh ikan. Warna tubuh mereka berubah gelap. Lalu mereka juga mulai memisahkan diri dari kelompoknya.

Untuk merangsang pemijahan ikan, anda bisa menaikkan suhu menjadi 28 derajat Celcius. Kemudian anda juga bisa menambahkan daging segar atau ikan sebagai menu makan utama. Beberapa aquarist memilih  mengurangi tingkatan air, lalu mereka menuangkan air segar.

Ketika pemijahan berlangsung, ikan jantan bertugas membuat sarang. Mereka mengeluarkan kerikil dari bawah tangki. Sementara yang betina akan berenang di area sekitar. Lalu sang jantan akan mengejar betina, dan mereka berhenti di wilayah yang sudah bersih dari kerikil.

Setelah itu, pasangan ikan akan berenang dengan pola melingkar. Lalu ikan betina akan bertelur, dan sang jantan membuahi telur-telurnya. Dalam kurun waktu satu jam, sekitar 500-1500 telur muncul. Di saat seperti itu, ikan jantan terus memerhatikan pergerakan anak-anaknya. Ia juga menjaga dan mengipasi telur menggunakan siripnya.

Jika sudah masuk masa inkubasi, anda tidak perlu menarik keluar induk piranha. Setelah dua hari berlalu, larva piranha akan muncul. Sekitar seminggu kemudian, anda pun akan melihat piranha-piranha mungil yang mulai berenang.

Jika bisa, sebaiknya anda memisahkan para anak piranha ke tangki khusus berukuran sekitar 300 liter. Di sana, mereka mesti diberi makan cacing darah, udang air asin, dan pakan hidup lain.

Memelihara piranha tentu bukan hobi sekaligus misi yang mudah, namun anda pasti merasakan kepuasannya tatkala tugas anda berjalan lancar. Demikian, Panduan Lengkap Cara Merawat Ikan Piranha di Akuarium. #RD

error: