Kolam Ikan Koi yang Baik dan Benar

ekor9.com. Kunci sukses memelihara koi ialah menjaga kualitas air, mencukupi kebutuhan oksigen, dan menjaga dasar kolam tetap bersih. Ketiga hal ini dapat dicapai dengan memakai sistem filter yang efektif.

Hambatan utama memelihara koi adalah tercemarnya air kolam oleh amonia dan karbondioksida yang berasal dari kotoran dan respirasi ikan. Bila hal ini tidak terkontrol, kesehatan koi terancam. Padahal dengan perencanaan yang matang dan sedikit pengetahuan mengenai koi, hampir seluruh kesulitan dalam memelihara koi dapat diatasi.

nuansa nexus nama untuk nak buat outdoor ornamen obat penjernih pakai pdf pasang siap portable persegi pompa ph rumahan ruangan didalam samping summarecon sehat simple sumarecon semarang selain terbaik tercantik terindah terbesar terbagus terkena terbuka termewah unik video vortex variasi download wallpaper www.kolam water pump dinding hidup baik youtube benar bagus 2015 2010

Untuk mengatasi pencemaran air kolam, biasanya orang akan membersihkan kolamnya secara periodik. Padahal sebenarnya, orang memelihara koi untuk mencari hiburan. Kalau kemudian setiap kali harus membersihkan kolam, yang didapat bukan hiburan tapi malah beban pekerjaan. Belum lagi resiko koi menjadi stres atau luka sehingga umurnya tidak panjang.

Syarat kolam koi

Kolam sebaiknya dibuat di tempat yang tidak terkena sinar matahari sepanjang hari. Sebab sinar matahari yang terik membuat air menjadi hijau dan melunturkan warna ikan. Lokasi yang teduh dapat diciptakan dengan mebuat pergola atau menanam pepohonan di sekitar kolam. Selain pertimbangan lokasi, ukuran kolam juga jangan terlalu kecil agar koi tidak stres.

Kedalaman air minimal 80 cm. “Makin dalam kolam, semakin baik”. Kolam yang dangkal membuat koi mudah stres karena perubahan suhu yang fluktuatif. Perubahan suhu ini pun akan mempengaruhi kecemerlangan warna koi dan kualitas air. Pengaruh lain ialah pertumbuhan badan koi terhambat.

Dengan kedalaman yang cukup, suhu air kolam akan stabil. Koi pun tidak akan melompat keluar kolam. “Anggapan bahwa antara permukaan air dan bibir kolam harus ada jarak tertentu tidak berlaku di kolam yang kualitas airnya baik.

Baca Juga:  Panduan Lengkap : 7 Cara Memilih dan Memelihara Ikan Koi Supaya Cepat Besar Tidak Mudah Mati

alami air terjun hijau bau amis kena hujan batu alam filter aquaria desain cara membuat agar tidak bocor dari belakang berlumut banyak nyamuk bandung baru cantik cepat kotor yang contoh cat dunia terpal depan teras plastik halaman fiber design lumut menghilangkan eceng gondok estimasi biaya pembuatan fengshui tanpa dan menurut feng shui jual dengan gazebo

Filter kolam

Filter kolam ialah bagian yang terpenting dalam pemeliharaan koi. Tanpa filterisasi tidak mungkin diperoleh kualitas air yang diinginkan koi. Filterisasi untuk menghasilkan air yang jernih dilakukan dengan mengalirkan air melalui bak-bak filter berisi media bioball, batu split, arang, dan zeolit untuk menyaring kotoran.

Media penyaring yang dipakai jangan terlalu kecil (misal pasir), karena di media seperti pasir bakteri tidak mungkin tumbuh. Media yang terlalu kecil pun bisa menyumbat filter. Bakteri itu bermanfaat untuk mengurangi polusi amonia, nitrat, dan kotoran lain yang ada di kolam.

Untuk menumbuhkan bakteri tersebut, filter harus dijalankan terus-menerus. Jika filter dihentikan 2-3 hari saja, maka bakteri yang sudah terbentuk akan mati karena kekurangan oksigen. Proses filterisasi seperti ini disebut biological filter (filter biologis), dengan volume bak filter minimum 20% dari volume air kolam.

Teknik filterisasi itu tampaknya memang bisa menciptakan kualitas air yang baik bagi koi. Menurut Laurence, seorang penggemar koi, ia tidak pernah mencuci kolamnya, tapi airnya tetap jernih. “Jernihnya air karena filterisasinya bagus”, katanya. Persyaratan Kolam untuk Ikan Koi yang Baik dan Benar. -PSP

error: