Kenapa Kucing Muntah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya! - Ekor9.com

Kenapa Kucing Muntah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

ekor9.com. Tidak perlu panik atau paranoid ketika kucing kamu muntah. Karena, penyebab muntah pada kucing bisa sangat beragam.

Kucing muntah, mulai dari yang wajar, seperti terguncang dan mual, atau yang cukup serius berupa penyakit pada lambung dan sistem pencernaan. Jadi, meski harus tetap waspada, ada baiknya kamu tenang dan mulai menelusuri penyebabnya.

Lagipula, mekanisme dan keluaran muntah kucing tidak begitu berbeda dengan manusia. Tubuh mereka akan terentak, terdengar suara seperti tersedak, lalu mengeluarkan cairan yang bercampur dengan makanan, darah, busa, cacing, atau hanya cairan bening, kuning hingga yang kental. Variasi muntah ini berkaitan dengan masalah yang menjadi penyebabnya.

kenapa kucing muntah kuning cacing darah busa bulu makanannya apakah najis tanda berbusa dan ga mau makan setelah minum obat nama mengapa mengeluarkan muntah2 mencret ada cacingnya apa untuk tidak lemas berak, kucing kuning muntah

Yang perlu kamu ketahui dan cermati, kejadian muntah pada kucing terbagi menjadi tiga, yaitu insidental, kronis, dan akut.

Kejadian muntah tergolong insidental apabila hanya terjadi satu atau dua kali per bulan, bahkan satu atau dua kali per tahun berupa sedikit cairan. Namun, apabila kejadian muntah terjadi satu atau dua kali sehari dalam jumlah besar dan tampak menyakitkan, sudah termasuk akut dan perlu kamu waspadai.

Baca Juga:  6 Alasan Kucing Mati Jarang Ditemukan Orang

Sementara itu, kondisi kronis merupakan yang terparah, apabila terjadi beberapa kali atau terus-menerus dalam seminggu, dan telah menganggu aktivitas, serta mengubah perilaku kucing, kadang hingga tidak mau makan, biasanya para pemelihara kucing membiarkan kucing tersebut puasa dari pagi hingga sore hari.

Kenapa kucing bisa muntah?

Penyebab muntah yang paling umum dan sering terjadi, yaitu makan terlalu banyak atau makan terlalu cepat. Kondisi ini dapat dikenali apabila kamu menemukan muntahan di sekitar wadah makanan mereka.

Namun, meski hanya berupa arus balik dari kerongkongan, kejadian muntah semacam ini juga dapat mengindikasikan perkara yang lebih serius seperti masalah kerongkongan, tersedak bola bulu, dehidrasi, dan sumbatan pada sistem pencernaan.

kenapa kucing muntah, kenapa kucing muntah kuning, kenapa kucing muntah cacing, kenapa kucing muntah darah, kenapa kucing muntah busa, kenapa kucing muntah bulu, kenapa kucing muntah makanannya, tanda kucing muntah, tanda kucing muntah kuning, tanda kucing muntah berbusa, tanda kucing muntah cacing, kenapa kucing muntah dan ga mau makan

Gambar kucing muntah – via : sk.wikipedia.org

Selain itu, salah makan juga dapat menjadi penyebab kucing muntah yang insidental atau akut. Barangkali, secara sengaja atau tidak sengaja, kucing kamu makan tisu toilet, rumput, atau gumpalan benang, sehingga menyebabkan gangguan di perutnya. Namun, jika terindikasi ada benda tajam atau keras yang tertelan, sebaiknya kamu segera ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga:  Benarkah Kucing Membuat Wanita Mandul?

Sementara itu, penyebab lain seperti infeksi virus, bakteri, dan parasit, dapat mengakibatkan kondisi kronis yang menganggu sistem pencernaan kucing. Lebih lanjut, bisa terjadi gagal ginjal, gastritis, radang usus besar, dan penyakit kronis lain yang dapat memicu muntah cukup parah.

Karena itu, ketika kucing muntah, kamu harus mengamati intensitas dan kuantitas muntahan, serta perubahan perilakunya untuk memperkirakan kondisi yang terjadi. Apabila tidak sering terjadi atau muntahan hanya berupa bola bulu dan cairan kental, kamu bisa tenang karena tergolong lumrah dan alamiah. Namun, jika terus-menerus terjadi, warna cairan kuning kehijauan, atau terdapat darah, segera bawa kucing kamu ke dokter hewan.

Biasanya, sebelum mendiagnosis, dokter hewan akan melakukan serangkaian tes, mencakup sonogram, pencitraan sinar X, atau tes darah dan kotoran. Tindakan medis tersebut akan disesuaikan dengan riwayat kesehatan, gejala yang timbul, dan usia kucing. Selanjutnya, akan dipilih penanganan yang paling tepat, seperti diet, terapi, obat, bahkan operasi jika diperlukan.

Baca Juga:  Makanan untuk Anak Kucing Umur 1 Bulan

Yang jelas, setelah itu kamu harus lebih peka dan peduli pada makanan, lingkungan, serta kondisi kesehatan para kucing, ya. Pastikan mereka selalu sejahtera, sehat, dan bahagia. Semangat mengasuh Si Meong!

error: