8 Jenis Ikan Tuna Terbaik di Dunia - Dunia Fauna , Hewan , Binatang & Tumbuhan

8 Jenis Ikan Tuna Terbaik di Dunia

Apa jenis ikan tuna favorit Anda?

ekor9.com. Saking banyaknya ikan di negara kepulauan Indonesia, kita sering menganggap kalau tongkol, cakalang, dan tuna itu spesies yang sama.

Mereka memang berasal dari keluarga yang sama, Scombridae, namun ketiganya merupakan ikan yang berbeda. Bentuknya sering mengelabui karena hampir sama. Tetapi detail bobot, rasa, tekstur daging, warna daging, dan hal-hal lainnya bisa menjadi pembeda.

Ada Berapa Jenis Ikan Tuna?

Sebenarnya cukup banyak, ada lebih dari 48 spesies ikan tuna di Dunia. Masih ada beberapa anggota marga lain dari familia Scombridae yang digolongkan sebagai Tuna. Di samping itu juga marga Thunnus juga memiliki beberapa spesies.

Nah, berikut ini daftar jenis ikan tuna yang paling populer untuk konsumsi atau yang sering dimakan manusia :

1. Skipjack Tuna/ Ikan Cakalang

Skipjack Tuna/ Ikan Cakalang

Di Indonesia disebut juga ikan Cakalang. Jenis ikan tuna yang populer dan banyak dikonsumsi adalah cakalang ini. Mereka hidup di seluruh perairan dunia, khususnya kawasan tropis. Area yang mereka sukai yaitu di lapisan campuran atas air laut. Ikan ini sudah termasuk dewasa ketika mencapai umur 1 tahun.

Daging Ikan Tuna Cakalang

daging

Warna daging cakalang lebih gelap, kadang ada juga yang sedikit pink/ merah muda. Dibanding tuna lain, cakalang dinilai lebih amis. Namun teksturnya terasa lebih lembut. Biasanya cakalang lebih cocok dijadikan tuna kemasan kaleng.

Baca Juga:  Apa Saja Ikan yang Mengandung Merkuri? Ketahui Levelnya di sini!

2. Tuna Sirip Kuning

Ikan Tuna Sirip Kuning

Orang barat menyebutnya Yellowfin Tuna, di negara Indonesia dikenal dengan nama Ikan Madidihang. Dari segi popularitas dan ukuran, ikan madidihang menempati urutan ke-2. Meski berukuran besar, namun tuna ini mampu berenang dengan kecepatan tinggi. Bahkan di beberapa area, tuna sirip kuning yang sudah dewasa sempurna bisa berenang berbarengan dengan lumba-lumba.

Daging Yellowfin tuna yang sudah masak cenderung berwarna sedikit cokelat/ kuning. Rasanya ringan, dan teksturnya keras. Jika ikan ini berbobot sekitar 10-15 kg, kemungkinan dagingnya akan lebih kering dan gelap. Daging tersebut lebih cocok untuk dijadikan ikan tuna kemasan.

3. Tuna Albakora

Tuna Albakora

Dalam bahasa Inggris disebut Albacore Tuna. Ikan ini sering dijuluki sebagai “ayam laut”, karena dagingnya tampak putih. Rasanya juga mirip daging ayam. Orang-orang Amerika juga familier dengan ikan ini, sebab dagingnya mudah didapat dalam bentuk kemasan yang mereka sebut “White Tuna”. Sementara orang Spanyol senang menyajikan tuna Albakora bersama dengan minyak zaitun. Mereka menyebutnya sebagai “Bonito Del Norte”.

Ada indikasi kalau jenis Albakora di Samudera Hindia terus menurun. Sementara populasi mereka yang hidup di Pasifik Utara dan Selatan cenderung aman. Tidak terjadi upaya penangkapan yang berlebihan.

4. Bigeye Tuna

Bigeye

Disebut juga ikan Tuna mata besar. Kedalaman renang mengalahkan tuna sirip kuning dan cakalang. Hal ini membuat kandungan lemak mereka lebih tebal, sebab bigeye tuna memerlukannya sebagai bentuk adaptasi di air dingin. Tak heran kalau tuna mata besar menjadi komoditas menggiurkan di Jepang, yang menjadikan mereka sebagai bahan sashimi.

Baca Juga:  Cara Merawat Ikan Goby Air Tawar Bumblebee Goby

Begitu dipanggang atau dimasak, warna daging ikan berubah menjadi gelap. Sementara ikan mentahnya berwarna abu-abu terang. Warna ini kurang cocok dengan produksi dalam bentuk kaleng. Tetapi jika ukuran ikannya lebih besar, warna dan rasanya yang mirip daging sapi justru sering dikemas dalam bentuk kaleng.

5. Bonito

Bonito

Di banyak negara, bonito tidak dipasarkan. Padahal mereka termasuk keluarga tuna. Ikan ini populer dengan penyajian khusus menggunakan minyak zaitun, lebih-lebih di kawasan Mediterania. Pasalnya, ikan ini memiliki daging hitam yang keras dan ukurannya kecil. Namun hasil tangkapannya cenderung musiman.

Bonito muda atau yang masih kecil memiliki warna daging lebih terang, mirip dengan cakalang. Karena itu, beberapa pihak sering mengganti cakalang dengan ikan ini. Harganya juga lebih murah. Tetapi kandungan lemaknya relatif sedang.

6. Northern Bluefin Tuna

Northern Bluefin

Dalam bahasa Indonesia disebut Tuna Sirip Biru Atlantik. Ikan yang bermigrasi ekstensif ini menjadi tuna dengan pertumbuhan paling lambat. Umurnya bisa mencapai 20 tahunan dan ukurannya bisa sangat besar. Tuna sirip biru Atlantik adalah ikan pelagis. Dengan kata lain, mereka hidup di permukaan sampai dengan kolom perairan laut.

Di Jepang, mereka sering ditangkap untuk dijadikan sashimi. Apalagi rasa daging, tekstur, warna, dan kadar lemaknya cocok. Namun anda mesti merogoh saku lebih dalam jika ingin menikmati sashimi dari tuna ini. Mereka langka, sehingga nilai jualnya juga tinggi.

Baca Juga:  Panduan Lengkap: Cara Merawat Ikan Hias Bloodfin Tetra

7. Southern Bluefin Tuna

Southern Bluefin

Disebut juga Tuna sirip biru selatan. Sama seperti tuna sirip biru Atlantik, ikan ini juga termasuk pelagis, cepat, dan berukuran besar. Mereka juga menjadi buruan pencinta tuna sejati atau Bluefin sashimi.

Orang-orang kaya bahkan bersedia membayar dengan harga tinggi, meskipun ikan ini adalah Jenis Ikan Tuna Termahal di Dunia, yang penting selera mereka terpenuhi. Apalagi ikan ini menyempurnakan kriteria tuna pilihan. Baik dari segi rasa, ukuran, tekstur, warna, dan kekayaan lemaknya. Ikan ini semakin eksklusif karena mereka sulit ditangkap.

8. Tongol (Tongkol abu-abu)

ikan laut tongkol

Tongkol ini menjadi salah-satu ikan penting nan berpengaruh bagi para nelayan Indonesia. Kapal-kapal kecil di kawasan pantai Burma dan Melayu juga sering membidik ikan ini.

Walau sering menjadi ikan kalengan, namun banyak nelayan atau kapal kecil yang menjadikan mereka sebagai tangkapan lokal favorit. Warna dagingnya hampir putih, teksturnya empuk, dan kualitasnya lebih diapresiasi ketimbang tuna albakora, apalagi kalau hendak dikemas dalam bentuk kalengan. #RD