Tak Disangka! 12 Jenis Hewan ini Digunakan untuk Pengobatan

ekor9.com. Semakin hari, permintaan obat alternatif dan tradisional semakin tinggi. Hal ini memicu peningkatan aktivitas industri perburuan liar. Sehingga populasi hewan jadi terancam.
Para ilmuwan sempat memperdebatkan adanya fenomena kepunahan massal ke-6, sebab banyak spesies hewan yang hilang dengan begitu cepat.

Alasan populasi hewan merosot atau terancam punah bisa bermacam-macam. Ada yang dipengaruhi perubahan iklim, perburuan, perusakan habitat serta pengenalan spesies non-asli. Selain itu, penggunaan hewan menjadi obat alternatif atau tradisional juga berkontribusi besar.

Sebenarnya tidak ada bukti nyata dan ilmiah mengenai kemanjuran obat dari hewan. Namun langkanya hewan karena diklaim dipakai sebagai ‘obat’ bisa mendongkrak rasa percaya pasar dan harga jualnya. Sehingga oknum yang tidak bertanggung-jawab bisa meraup keuntungan tanpa peduli bagaimana melestarikan hewan.

Berikut ini 12 hewan yang sering digunakan untuk pengobatan :

1. Badak

hewan untuk pengobatan, hewan untuk pengobatan tradisional, hewan yang diburu untuk pengobatan adalah, hewan obat dan khasiatnya

Pada abad ke-20, kelima spesies badak hampir mendekati kepunahan. Banyak yang percaya kalau cula badak bisa menurunkan tekanan darah dan meredakan demam, padahal dampak ini sudah dibantah oleh ilmu pengetahuan. Kemudian pada tahun 1990-an, pemerintah Tiongkok melarang pemakaian cula badak sebagai bahan obat tradisional. Kebijakan ini bisa memulihkan populasi mereka.

Namun eksistensi badak kembali terancam. Ada desas-desus panas di Vietnam, yang menyebutkan bahwa cula badak bisa mengobati VIP kanker hati stadium akhir. Oleh karena itu, perburuan liar tidak terelakkan. Badak putih dan hitam di Afrika Selatan jadi buruan. Produksi obat alternatif berbahan badak kembali hidup. Badak dalam posisi berbahaya.

2. Kerbau Air

kurban kerbau untuk berapa orang, kurban kerbau bolehkah, kurban kerbau berlaku untuk, qurban dengan kerbau, hukum qurban dengan kerbau, hewan kurban kerbau, hukum qurban kerbau, kurban kerbau idul adha, qurban sapi kerbau, kerbau untuk kurban

Para ilmuwan menyadari kalau kerbau air liar yang masih murni mungkin sudah tiada. Adapun yang tersisa di Asia Tenggara yaitu kerbau hibrida atau varietas domestik. Meski demikian, para peneliti setuju kalau spesies kerbau ini pun terancam punah. Ditambah lagi dengan perburuan kerbau yang tetap antusias. Di Kamboja, kerbau dipandang sebagai alternatif dari cula badak, sehingga bisa dimanfaatkan untuk mengobati kejang dan demam. Jumlah kerbau juga terus mengalami penurunan di Indonesia, Bangladesh, Laos dan Sri Langka.

Baca Juga:  Dunia Satwa

3. Alligator Tiongkok

jenis buaya di seluruh dunia

Diperkirakan buaya kecil yang tinggal di air tawar ini hanya sekitar 200 ekor. Di alam liarnya, mereka kebanyakan menghuni kawasan Provinsi Anhui Tiongkok, tepatnya di perairan Sungai Yangtze. Populasi buaya ini semakin hancur dengan adanya pembangunan bendungan, perusakan habitat dan perburuan luar.

Daging alligator ini gencar dipromosikan sebagai obat flu, pencegah kanker dan guna lainnya. Beruntung ada penangkaran khusus, sehingga eksistensinya bisa terjaga. Mereka juga tampaknya sudah bisa diperkenalkan ke rumah aslinya di alam liar.

4. Gajah Asia

hewan endemik thailand, hewan nasional thailand, hewan asli thailand, hewan yang terkenal di thailand adalah, hewan di thailand, hewan hewan thailand, gambar hewan khas thailand, hewan khas negara thailand, lambang hewan negara thailand, hewan nasional negara thailand, hewan ciri khas negara thailand

Gambar – via : wikipedia.org

Dulu, gajah Asia dianggap sebagai hewan yang kebal terhadap perburuan. Berbeda dengan kerabat mereka, yakni gajah Afrika, yang memang memiliki gading berharga. Namun kenyataan kalau populasinya terus anjlok membuktikan kalau anggapan tersebut tidak benar.

Banyak yang memburu untuk mengambil kulitnya, dagingnya, taringnya dan bagian tubuh lain. Contoh di Myanmar, yang kerap memotong-motong kaki gajah dan menjadikannya sebagai pasta obat hernia. Selain perburuan, keberadaan gajah ini juga semakin terancam karena adanya ‘perebutan lahan’ dengan manusia.

5. Musk deer/ Rusa kesturi/ Kijang kesturi

hewan untuk pengobatan, hewan untuk pengobatan tradisional, biaya pengobatan hewan, prinsip pengobatan hewan hewan apa untuk pengobatan, hewan yang diburu untuk pengobatan adalah, hewan buat pengobatan

Ada tujuh spesies rusa yang hidup di Asia. Sejauh ini sudah ada ribuan rusa kesturi jantan yang terbunuh. Para pemburu mengincar kelenjarnya yang mengeluarkan aroma kesturi. Mereka kemudian mengolahnya menjadi parfum. Harganya juga mahal, sehingga pemburu begitu tergiur dan bersemangat untuk membunuh rusa ini.

Para produsen parfum memang sudah menemukan alternatif sintetis untuk pembuatan musk. Namun masalah tidak selesai sampai di sana. Sebab rusa ini pun diburu untuk diambil dagingnya. Kemudian kelenjar kesturinya juga kerap digunakan untuk mengobati masalah pernapasan, jantung dan peredaran darah.

Baca Juga:  Beberapa Hewan Khas Negara Thailand

6. Sun bear/ beruang madu

peternakan empedu beruang, empedu beruang halal atau haram, empedu beruang untuk obat apa, ciri ciri empedu beruang asli, manfaat empedu beruang bagi kesehatan, bentuk empedu beruang, khasiat empedu beruang, empedu beruang khasiatnya, manfaat tanaman empedu beruang khasiat, pembeli empedu beruang

Beruang ini menjadi salah-satu korban yang terus terbunuh karena orang-orang biadab mengincar kantong empedunya. Ekstraknya biasanya digunakan untuk obat asma, luka terbakar sampai kanker. Dalah tiga dekade terakhir saja, populasi mereka sudah merosot sampai 30 persen. Baca : Pengobatan dari Beruang Madu

Perburuan dan habitat yang rusak/hilang menjadi dalang utamanya. Sebenarnya hukum memburu beruang ini sudah dibuat. Namun hukum tersebut juga susah ditegakkan. Masih banyak pelanggaran.

7. Grevy’s Zebra/ Zebra Grevy/ Zebra primitif

hewan yang dijadikan obat, hewan yang dijadikan obat tradisional, hewan yang menghasilkan obat, hewan obat dan khasiatnya, hewan obat tradisional

Grevy’s Zebra, salah satu hewan yang diburu untuk pengobatan

Dulu zebra-zebra ini bebas berkeliaran di Afrika Timur. Namun dari tahun 1970-an populasi zebra terus menurun. Jumlah yang tadinya 25.000 ekor merosot jadi 2,500 ekor saja.
Manusia memiliki alasan kuat untuk memburu dan menghabisi zebra. Mereka menginginkan kulitnya serta sengaja membasmi pesaing airnya, sebab ternak pun membutuhkan pasokan air yang banyak. Daging dan lemaknya juga dimanfaatkan untuk mengobati TBC.

Sekarang zebra hanya eksis di Kenya Utara dan beberapa kawasan Ethiopia. Pada tahun 2008, pemerintah Kenya berinisiatif untuk terus mengembangkan pelestarian zebra yang tersisa.

8. Harimau

hewan langka di hutan indonesia, hewan langka di indonesia dan habitatnya, hewan langka di indonesia dan habitat aslinya, hewan langka di indonesia beserta habitatnya, habitat hewan langka di indonesia, hewan langka di indonesia dan nama ilmiahnya

Di “masa-masa jaya”, harimau tersebar di wilayah Asia, lalu Turki dan sekitar pantai timur Rusia. Namun kini populasi harimau terus menyusut ke sekitar selusin negara di Asia Selatan dan Timur saja. Di alam liar sendiri, diperkirakan jumlahnya hanya sekitar 3.200 ekor.

Turunnya populasi harimau karena meningkatnya minat kulit, gigi, tulang dan cakar hewan ini. Banyak yang menggunakannya sebagai obat sakit gigi serta jimat anti kutukan jahat. Sindikat pemburu harimau bahkan bisa memboyong uang melimpah dari bisnis ini. Padahal hukum internasional pun sudah melarang keras perburuan hewan ini, namun tetap saja perdagangannya tetap berjalan. Beberapa negara juga memberi izin budidaya harimau, yang kemudian mengundang adanya aktivitas pasar gelap.

Baca Juga:  Spesies Hewan yang Hidup di Pasir

9. Banteng

hewan obat dan khasiatnya, obat hewan dan fungsinya, obat hewan dan fungsinya pdf, hewan jadi obat, pengobatan media hewan, hewan sebagai obat tradisional, hewan sebagai obat obatan, obat hewan sapi, hewan untuk obat obatan, hewan untuk obat tradisional

Banteng liar alias sapi asli Asia Tenggara diperkirakan tinggal 2.000 sampai 5.000-an ekor. Dengan kata lain, penurunannya mencapai 90 persen sejak tahun 1960-an. Banyak alasan yang semakin menekan eksistensi mereka. Termasuk pengembangan lahan dan pertanian, serta perburuan liar yang mengincar tanduk untuk obat tradisional. Namun pada 2003, para peneliti berhasil menjadikan banteng ini sebagai spesies langka perdana yang bisa dikloning. Kabar baik ini tentu akan berpengaruh terhadap konservasi masa depan.

10. Hawksbill Sea Turtle/ Penyu Sisik

contoh hewan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat adalah, bagian tubuh hewan yang dapat dijadikan obat adalah, hewan yang buat obat, hewan yang bermanfaat untuk obat, hewan yang berguna untuk obat, hewan yang digunakan obat, hewan yang bisa dijadikan obat tradisional, hewan dijadikan obat, hewan untuk obat eksim, hewan obat gatal

Sampai saat ini, penyu sisik memang masih ditemukan di Laut Karibia sampai ke perairan Indonesia. Namun kuantitas mereka terus menyusut, sehingga penyu ini sudah masuk ke dalam daftar hewan yang terancam punah. Penyu ini dibidik untuk dijadikan suvernir perjalanan yang mewah, dijadikan perhiasan serta benda dekoratif lain. Penyu sisik juga kerap diambil minyaknya dengan tujuan perngobatan tradisional.

11. Katak/ kodok

jenis katak beracun di indonesia ternyata tidak ada, katak kodok terbesar di Indonesia, jenis katak beracun indonesia, katak hijau beracun, gambar katak beracun, katak racun emas, tidak ada katak beracun di Indonesia

Mungkin anda mengernyitkan dahi, sebab katak atau kodok jarang disebut sebagai sumber obat alami. Namun dilansir dari health.detik, para peneliti menyimpulkan kalau kulit katak berpotensi menjadi obat untuk sekitar 70 penyakit, salah-satunya yaitu kanker.

12. Tokek

tokek dimanfaat untuk, hewan yang dijadikan obat, hewan yang dijadikan obat tradisional, hewan yang menghasilkan obat, hewan obat dan khasiatnya, hewan obat tradisional, hewan yang diambil empedunya untuk obat adalah, bagian tubuh hewan yang dapat dijadikan obat adalah, hewan yang bisa dibuat obat, hewan yang bermanfaat untuk obat

Masih dilansir dari Health.detik, tokek dan cicak sudah bertahun-tahun dianggap berkhasiat sebagai obat alternatif. Ada yang memanfaatkannya untuk mengtasi penyakit diabetes, kanker, asma sampai penyakit kulit.

Bahkan bangkainya yang sudah kering bisa digiling sampai menjadi serbuk, untuk kemudian dikonsumsi. Bahkan di beberapa negara asia, tokek juga sering dicampurkan pada wiski atau anggur. Banyak yang beranggapan kalau campurannya bisa menambah stamina.

Kadang banyak sekali kepercayaan yang sudah melekat di masyarakat, namun belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Hanya saja, kepercayaan tersebut sangat kuat sehingga banyak yang tergiur dan yakin begitu saja. bagaimana dengan anda? #RD

error: