8 Fakta Unik Tentang Lumba-Lumba yang Mengagumkan - Ekor9.com

8 Fakta Unik Tentang Lumba-Lumba yang Mengagumkan

ekor9.com. Kapan lumba-lumba berhenti menebarkan pesonanya?

Makhluk ini begitu cemerlang. Para peneliti pun mengakui betapa salah-satu dari cetacean ini begitu mengagumkan. Manusia seperti tidak pernah selesai dikejutkan oleh kecerdasan dan kehidupan sosialnya yang kompleks.

Apa anda ingin mengenal lebih jauh tentang fakta fisik dan mental mereka? Dilansir dari mnn.com, berikut ini 8 Fakta Unik Tentang Lumba-Lumba yang Mengagumkan dan Membingungkan :

fakta lumba lumba, fakta lumba2, fakta lumba lumba sirkus, fakta tentang lumba2, fakta tentang lumba, fakta lumba lumba hidung botol, fakta ikan lumba2

Lumba-lumba adalah produk evolusi dari hewan berbasis darat

Lumba-lumba disebut sebagai ‘reentrants’, yang ternyata tidak selamanya hidup di dalam air. Dulu, sekitar jutaan tahun lalu, nenek moyang mamalia laut ini berkeliaran di daratan. Terlihat dari jari-jari mirip kuku di setiap kaki mereka. Pada siripnya tersisa tulang jari. Tulang kakinya pun masih ada.

Diperkirakan sekitar 50 juta tahun lalu, nenek moyang lumba-lumba memutuskan kalau tempat terbaik mereka adalah lautan. Sehingga proses evolusi pun terjadi dan terbentuk lumba-lumba yang kita kenal saat ini.

Lumba-lumba tetap terjaga berminggu-minggu lamanya

Menurut penelitian terbaru, ada fakta bahwa lumba-lumba terjaga selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan tanpa batas. Kemampuan ini cukup masuk akal, sebab mereka mesti terbangun untuk bernapas dan menjaga diri agar tidak tenggelam. Caranya yakni dengan mengistirahatkan setengah otak mereka pada durasi waktu tertentu, yang disebut sebagai unihemispheric sleep.

Seorang ahli kelautan, Brian Branstetter, dan Yayasan Mamalia Laut Nasional menggelar tes pada dua lumba-lumba. Rupanya mereka bisa menggunakan ekolokasi dengan akurasi yang hampir tidak cacat alias mendekati sempurna selama 15 harian. Lumba-lumba tersebut bisa berenang dan berpikir tanpa tidur atau istirahat dalam waktu lama.

Baca Juga:  Keren, Lucu dan Menggemaskan. 8 Anjing Ini Cosplay Pakai Kostum ala Karakter Star Wars!

Mereka memang menjaga kewaspadaan agar tidak tenggelam, agar tetap bernapas, dan agar tidak dimakan predator. Demikian juga dengan bayi lumba-lumba. Mereka tetap terjaga agar suhu badan tetap tinggi, bisa melarikan diri jika ada ancaman, serta mendorong perkembangan otak.

Lumba-lumba tidak mampu mengunyah

Pernah melihat cara makan lumba-lumba? Ketika makan, mereka tampak memasukkan dan langsung menelan makanan. Kebiasaan itu terjadi karena lumba-lumba memang tidak bisa mengunyah. Ada pun giginya hanya dimanfaatkan untuk mencengkeram mangsa. Kadang-kadang mereka juga menggosok dan mengguncang-guncangkannya agar robek dan menjadi potongan kecil. Mereka memang memerlukan waktu singkat untuk mengonsumsi mangsa agar tidak ada kesempatan kabur.

Sejak tahun 1960-an, lumba-lumba sudah bekerja dengan Angkatan Laut

Militer mempekerjakan lumba-lumba karena alasan kuat. Hewan ini bisa memindai pelabuhan dari musuh dan menentukan spot ranjau yang ada di bawah laut. Kerja sama ini sudah berlangsung selama beberapa dekade.

Baca Juga:  10 Fakta Mengerikan Tentang Bebek, Salah Satunya Perkawinan yang Brutal!

Di tahun 1960-an, Angkatan Laut AS melatih lumba-lumba untuk mendeteksi ranjau bawah laut menggunakan ekolokasi. Mirip seperti anjing pendeteksi yang bekerja menggunakan penciuman tajamnya. Selain bersama militer, ada juga spekulasi kalau lumba-lumba juga bisa dilatih untuk menanam bahan peledak pada kapal atau bahkan membunuh manusia. Namun spekulasi ini tidak pernah dikonfirmasi. Hanya saja, para aktivis hewan menentang ide untuk mengeksploitas hewan untuk tujuan militer.

Lumba-lumba kerap mengajarkan anak-anaknya

Biasanya lumba-lumba memiliki perilaku yang diturunkan dari generasi ke generasi. Demikian kesimpulan dari studi yang dilakukan pada tahun 2005, tepatnya pada populasi lumba-lumba yang berhabitat di Shark Bay, Australia. Induk akan mengajarkan anaknya tentang beberapa hal.

Misalnya individu dalam kelompok lumba-lumba akan mencari spons laut yang bentuknya kerucut. Lalu spons tersebut dibawa menggunakan paruh menuju tempat berburu. Guna spons itu untuk menyelidiki pasir, tempat di mana ikan bersembunyi. Dengan demikian, moncong mereka akan tetap terlindung ketika berburu.

Jika memiliki minat yang sama, lumba-lumba akan membentuk persahabatan

Studi menarik dilakukan oleh peneliti dari Universitas Zurich, Bristol, dan Australia Barat. Mereka menyimpulkan kalau lumba-lumba membentuk persahabatan karena memiliki kegemaran yang sama, misalnya terbiasa berburu spons. Kebiasaan ini umumnya dilakukan oleh para lumba-lumba betina. Tetapi lumba-lumba jantan pun menjalin ikatan sosial berdasarkan minat bersama.

Baca Juga:  11 Gambar, Foto Kucing Lucu Pakai Baju Kostum ini Bakal Bikin Kamu Gemas Maksimal!

Lumba-lumba saling panggil nama

Sudah lama diketahui kalau lumba-lumba memiliki sistem komunikasi yang khas. Rupanya mereka juga memiliki nama tersendiri dan saling respons ketika dipanggil. Mereka memiliki ‘siulan khas’ yang bisa digunakan untuk mendapatkan perhatian dari rekan-rekan yang lain. Sebagai hewan yang gemar bersosialisasi, tampaknya kebiasaan ini memang masuk akal. Para peneliti bahkan meyakini kalau tingkah mereka sama seperti manusia. Mereka akan menjawab atau merespons begitu mendengar namanya dipanggil.

Lumba-lumba bisa mabuk jika terkena racun ikan

Ikan buntal menjadi salah-satu produsen racun yang kuat. Tidak hanya manusia, lumba-lumba pun tahu akan fakta ini. Sehingga mereka memanfaatkan untuk “rekreasi”.

Sebenarnya racun ikan buntal bisa mematikan. Namun jika dosisnya kecil, maka toksin dalam ikan mirip seperti narkotika. Seorang ahli zoologi, Rob Pilley, menyatakan kalau lumba-lumba muda biasanya bereksperimen dengan sesuatu yang memabukkan.

Apa fakta-fakta tentang lumba-lumba di atas terdengar baru atau justru familier bagi anda? 8 Fakta Unik Tentang Lumba-Lumba yang Mengagumkan dan Membingungkan . #RD

error: