Efek Samping Obat Bius pada Kucing Hamil - Ekor9.com

Efek Samping Obat Bius pada Kucing Hamil

ekor9.com. Pembiusan, anesthesia, atau anestesi merupakan tindakan untuk menghilangkan rasa sakit karena prosedur tertentu, seperti pembedahan.

Tidak hanya manusia saja yang bisa menerima obat bius. Hewan peliharaan anda, seperti anjing dan kucing, juga akan mendapat tindakan serupa ketika menjalani prosedur medis tertentu. Selain membebaskan mereka dari rasa sakit, tindakan ini membuat mereka nyaman dan bebas stres.

efek obat bius pada kucing, nama obat bius untuk kucing, obat bius yang aman untuk kucing, obat bius buat kucing, obat bius untuk kucing di apotik, obat bius hewan kucing, obat bius untuk kucing

Sayang sekali, banyak kesalahpahaman dan mitos terkait penggunaan obat bius. Baik itu untuk perawatan gigi tahunan atau pun operasi sterilisasi. Padahal anestesi merupakan bagian rutin dari tempat dokter hewan, sebab hewan kesayangan anda akan memerlukannya.

Satu dari sekian mitos anestesi yaitu risikonya. Sebenarnya risiko akan selalu mengintai semua prosedur medis. Namun dampak komplikasi akibat anestesi cenderung rendah, bahkan kurang dari 1%.  Termasuk pada hewan sakit atau yang sudah lanjut usia.

Sementara itu, hewan peliharaan yang sehat akan jarang mengalami masalah dengan obat bius. Bahkan mereka cenderung akrab dengan obat bius, sebab prosedur rutin seperti pembersihan gigi tahunan juga memerlukannya. Namun memang mesti ada informasi mendasar mengenai kesehatan hewan yang harus diketahui dokternya.

Dokter hewan yang baik dan profesional akan menilai dulu kondisi kesehatannya, lalu memutuskan protokol anestesi mana yang sebaiknya digunakan. Pra-anestesi ini direkomendasikan untuk mengetahui kemungkinan adanya potensi masalah, serta untuk mengetahui obat bius mana yang paling sukses. Tetap ikuti arahan dokter.

Baca Juga:  8 Nama Jenis Kucing Tanpa Bulu dan Gambarnya

Daftar Isi :

Jenis-jenis anestesi/ obat bius

Umumnya ada dua cara pemberian obat bius. Ada yang dihirup dan ada yang disuntikkan/injeksi secara intravena. Pilihannya tergantung rasa sakit, sifat, dan durasi prosedurnya. Bahkan banyak protokol anestesi yang mengkombinasikan dua cara ini. Obat-obatan yang dipakai misalnya TTDex, propofol, dan isoflurane.

Pemantauan selama dan sesudah pembiusan

Orang-orang yang sudah mahir atau terlatih bisa memonitor hewan peliharaan anda, yang sudah menjalani pembiusan. Selama prosedur itu, tabung pernapasan digunakan agar jalan napas hewan tidak terhalang, sehingga oksigen bebas mengalir. Tanda vitalnya akn terus dipantau.

Tanda-tanda vital yang terukur meliputi:

  • Suhu tubuh
  • Tekanan darah
  • Denyut nadi dan tingkat pernapasan
  • Tingkat oksigen dan karbondioksida (CO2) dalam darah
  • ECG/EKG (elektrokardiogram)

Kalau pun ada kemungkinan komplikasi, maka risiko paling sering muncul justru ketika proses pemulihan. Oleh karena itu, hewan peliharaan anda biasanya akan tetap tinggal pasca prosedurnya selesai. Sehingga veteriner ahli atau profesional bisa menjaga dan mengawasinya. Dia akan memastikan kalau semuanya berjalan dengan lancar.

Efek samping yang sering dijumpai dari pembiusan selama pemulihan, yaitu berkurangnya kemampuan untuk mengendalikan temperatur tubuh sendiri. Sehingga ia akan tampak kepanasan atau kedinginan, kurang koordinasi, dan mungkin terus bersuara karena disorientasi. Tetapi efek samping ini biasanya akan segera berlalu.

Baca Juga:  10 Fakta Tentang Kucing Anggora

Penyembuhan dan pemulihan di rumah

Begitu anda dan kucing hamil kesayangan pulang, mungkin ia akan tampak mengantuk. Perilakunya juga sedikit lain dari biasanya. Namun tak perlu khawatir, hal ini masih wajar. Tetapi anda harus tetap peka.

Kadang hewan peliharaan anda akan berperilaku membingungkan, bahkan menggigit. Mereka akan tetap jinak dan patuh pada anda, tetapi sebaiknya anda jauhkan dulu dari anak-anak. Jangan sampai anak-anak bermain sendiri dengan hewan itu, setidaknya sampai beberapa hari ketika mereka mulai bertingkah normal.

Hari pertama atau kedua pasca operasi, hewan-hewan anda mungkin akan tidur lebih lama. Sebenarnya hal itu bukanlah pengaruh dari anestesi, melain respons terhadap operasi/pembedahan yang sudah dijalani serta efek obat penghilang sakit yang menjadi resep dokter. Lagipula tubuh memerlukan waktu dan kesempatan untuk pulih total.

Meski demikian, anda mesti tetap waspada. Jika perilaku anehnya tidak berubah atau hewan anda tampak semakin kesakitan, maka sebaiknya anda segera konsultasikan dengan dokter.

Potensi bahaya/ risiko berdasarkan nama obat bius

Tidak, list ini tidak dimaksudkan untuk membuat anda takut pada dokter hewan. Justru daftar ini bisa menjadi acuan untuk bertanya. Sehingga dokter akan senang hati menjelaskannya pada anda, mengenai jenis obat bius apa yang paling cocok digunakan dan apa alasannya. Berikut beberapa nama-nama obat bius untuk kucing:

Baca Juga:  Anak Kucing Makan Berapa Kali Sehari?

* Barbiturat (tiamin, tiopental, metoheksital)

Jika dosisnya berlebihan, obat ini bisa menyebabkan depresi pernapasan. Penggunaan obat ini juga rentan menimbulkan masalah pada hewan yang gemuk, tua, dan fungsi ginjal atau hatinya terganggu.

* Ketamin

Jika kucing anda punya riwayat sakit jantung atau debilitasi parah, penggunaan obat ini sangat riskan. Fungsi pernapasan jadi terganggu, jantungnya tertekan, dan bisa terkena apnea (gagal napas, adanya edema paru-paru atau adanya cairan dalam paru-paru).

* Propofol (PropoFlo, Dipravan, Rapinovet)

Ketika diinduksi dengan cepat, obat ini bisa menjadi dalang dari apnea. Kalau overdosis bisa menyebabkan jantung terhenti, tetapi biasanya berdampak minimal pada sistem kardiovaskular.

* Acepromazine

Obat ini bukan analgesik, sehingga kerap digunakaan berbarengan dengan obat penenang lain. Acepromazine dikontraindikasikan pada hewan dengan lesi sistem saraf pusat (CNS, Central Nervous System). Kadang-kadang bisa menimbulkan hipotermia.

* Halothane (inhalant/ dihirup)

Pada beberapa ras/trah, obat ini bisa menyebabkan risiko hipotermia ganas. Obat ini juga bisa menimbulkan depresi kardiopulmoner.

* Isoflurane (inhalant/dihirup)

Kemungkinan obat ini bisa menyebabkan depresi kardiovaskular dan pernapasan.

Demikian, Efek obat bius pada kucing. (DBS) #RD

error: