Panduan Lengkap Cara Merawat Ikan Hias Gurame kerdil
ekor9.com. Sejenis ikan Anabantoidei kecil ini berasal dari famili Osphronemidae. Nama ilmiahnya Trichogaster lalius. Mereka merupakan ikan yang tenang, damai, dan menarik. Namun ikan ini tipikal penuntut. Dibanding dengan spesies Anabantoidei lain, ikan ini memerlukan perhatian dan perawatan ekstra.
Daftar Isi :
Habitat Asli Ikan Hias Gurami kerdil
Ikan ini hidup di Pakistan, Bangladesh, dan India Utara. Namun ada juga populasi ikan gurami kerdil atau dwarf gourami di Singapura, Kolombia, dan Amerika Serikat. Mereka menghuni rawa, sungai, kolam, tanggul, dan saluran irigasi.
Fitur ikan ini cukup menarik, sehingga bisa memburu serangga yang berkeliaran di atas air. Ikan akan pura-pura membeku di dekat permukaan air. Begitu ada serangga yang mendekati jangkauannya, ikan akan menyerangnya. Mangsa akan jatuh ke bawah permukaan air.
Deskripsi ikan gurami kerdil
Ikan jantan bisa tumbuh sampai 7,5 cm. Sedangkan ikan betina lebih kecil, sekitar 6 cm. Warna ikan jantan pun lebih cerah dan menarik.
Tubuhnya oval, memanjang, dan pipih. Sirip perutnya yang berkilau terletak di depan sirip dada. Kemudian terdapat garis-garis hijau dan merah di sekujur tubuh dan siripnya.
Usia rata-rata ikan ini yaitu 4 tahun. Namun jika dirawat lebih baik dan telaten, tentu harapan hidupnya pun akan lebih panjang. Kini ikan gurami kerdil kerap mengalami persilangan agar hasil warnanya lebih menawan lagi.
Memelihara dan merawat ikan gurami kerdil dalam akuarium
Ukuran akuarium idealnya sebesar 20 liter. Temperaturnya berkisar antara 24-27 derajat Celcius. Sedangkan pH-nya 6,5-7,5.
Sepasang ikan gurami kerdil bisa ditempatkan di dalam tangki berukuran antara 10-12 liter. Mereka agak pemalu dan tidak menyenangi aliran air kuat. Mereka lebih senang dengan adanya substrat yang gelap.
Anda juga bisa menempatkan dekorasi atau ornamen seperti dedaunan dan tangki, agar akuarium memberikan kesan seperti di alam liar. Semua itu juga penting, agar ikan betina bisa bersembunyi dengan mudah ketika ikan jantan mengejarnya.
Makanan ikan gurami kerdil
Di habitat aslinya, ikan ini sering melahap ganggang atau spesies mungil yang tidak bertulang. Namun gurami juga berselera memakan produk pakan ikan lainnya. Anda bisa memberikan pakan berkualitas tinggi, dilengkapi makanan hidup, dan juga yang beku. Beberapa pembudidaya ikan gurami kerdil menganggap cacing darah sebagai pakan yang berbahaya.
Selain itu, anda mesti ingat kalau ikan ini rakus dan rentan gemuk. Anda pun tidak direkomendasikan memberi makanan berlebihan. Biarkan ikan memiliki ‘hari kelaparan’, katakanlah seminggu sekali. Ini pun demi kebaikan dirinya sendiri.
Jika anda memilih produk pakan khusus. Pastikan anda tidak sembarangan. Amati kandungan, kualitas, dan efeknya. Jangan sampai berpotensi mendatangkan infeksi. Sebisa mungkin produk pakan ikan ini tidak membuat akuarium jadi cepat kotor.
Teman yang cocok untuk ikan gurami kerdil
Sebagai ikan yang cukup damai, mestinya gurami kerdil bisa hidup bersama di dalam akuarium komunitas. Namun ikan ini cukup pemalu dan protektif terhadap wilayah kekuasaannya. Sehingga mereka sebaiknya hidup sendiri.
Tak jarang, ketika gurami kerdil berdamping dengan ikan guppy, ikan cupang, atau ikan Anabantoidei lain, ikan-ikan jantannya akan menunjukkan agresi yang kuat. Sebaliknya, ketika ikan ini hidup bersama ikan lain yang lebih aktif dan kuat, mereka akan pasif dan malu-malu.
Alternatifnya, anda bisa menyediakan akuarium berkapasitas besar. Ikan juga bisa hidup bersama siklid kerdil dan spesies gurami lain. Lebih cocok lagi kalau ikan gurami kerdil berbaur dengan neon tetra dan kardinal tetra.
Perbedaan jenis kelamin
Ikan ini memiliki dimorfisme seksual yang kentara. Dari segi ukuran saja, terlihat jelas kalau ikan jantan berbobot besar. Tubuhnya memilih motif garis-garis vertikal warna merah dan biru cerah. Sedangkan ikan betina memiliki warna keperakan yang relatif kusam. Ketika usianya semakin tua, ikan jantan akan mengembangjan sirip anal dan punggungnya.
Pembiakan ikan gurami kerdil
Ikan ini baru reproduktif ketika ukurannya mencapai 4-5 cm. Seperti ikan Anabantoidei lain, gurami kerdil juga suka merangkai sarang gelembungnya. Proses pemijahannya sendiri cukup sederhana. Masalahnya, kadang ikan jantan berperilaku spontan.
Tangki khusus pembiakan biasanya berukuran antara 7,5-15 liter. Ketinggian airnya kurang-lebih 10 cm, sebab burayak ikan gurami kerdil ini lahir tanpa organ labirin. Oleh karena itu, mereka memerlukan kemudahan dalam mengakses oksigen. Akuarium juga mesti memiliki penutup. Sebab untuk bernafas, anak-anak gurami kerdil memerlukan udara lembab nan hangat.
Akuarium khusus pemijahan mesti diisi dengan aneka tanaman akuatik. Dengan demikian, ikan betina bisa bersembunyi dengan aman. Sebab pada periode itu, ikan jantan cenderung agresif. Selain itu, anda juga bisa menyediakan beberapa Riccia pada permukaan air. Ikan jantan akan memanfaatkan lumut tersebut untuk merangkai sarang gelembungnya.
Pasangan gurami kerdil mesti dipisahkan agar lebih siap. Pakan mereka juga mesti spesial, mencakup makanan hidup sekaligus beku. Begitu perut ikan betina semakin membulat, mereka pun bisa mulai menempati akuarium khusus pemijahan. Biarkan ikan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.
Jika prosesnya lancar, ikan jantan akan bergerak membuat sarang. Di masa ini juga, ikan jantan akan mengejar-ngejar betinanya.
Jika prosesnya lancar, ikan jantan akan bergerak membuat sarang. Di masa ini juga, ikan jantan akan mengejar-ngejar betinanya. Namun ketika sarang sudah jadi, perilaku ikan pun berubah. Ikan jantan tidak akan agresif. Malah ikan betina akan lebih dominan.
Ikan betina berenang di bawah sarang. Lalu mereka akan menyentuh ikan jantan dengan wajahnya. Pemijahan pun terjadi. Ikan jantan seperti memeluk betina. Sperma dan telur keluar bersamaan. Setelah itu, pasangan akan terpisah. Ikan betina bergerak turun ke dasar akuarium. Sementara ikan jantan sibuk mengumpulkan telur-telurnya.
Sebaiknya ikan betina segera dikeluarkan dari akuarium pemijahan. Sebab, ikan jantan akan kembali agresif. Mereka akan mengejar, bahkan bisa sampai membunuh induk ikan. Pasalnya, ikan jantan akan konsentrasi mengurus sarangnya. Masa inkubasinya sendiri selama 48 jam.
Sekitar 3-4 hari kemudian, anak-anak gurami kerdil mulai berenang. Di periode ini, giliran ikan jantan yang mesti dikeluarkan. Setelah itu, anda bisa fokus memberi makan anak ikan dengan larva krustasea, infusoria, atau kuning telur.
Anak-anak ikan ini tidak tumbuh cepat. Tingkat pertumbuhannya juga tidak sama. Anda pun harus selalu peka. Urutkan dan pisahkan ikan yang tumbuh lebih cepat dan membesar. Di usia 1,5-2 bulan, ikan gurami kerdil akan memiliki garis-garis khusus seperti yang terdapat pada ikan dewasa. (Dari berbagai sumber) #RD