Cara Memelihara Ikan Patin Hias dalam Akuarium

ekor9.com. Ikan Patin siam menjadi salah-satu ikan hias dan budidaya yang populer. Anda mungkin mengenalnya dengan nama jambal siam, hiu bangkok, lele bangko, hiu Iridescent, Siamese shark, pangasius, atau sutchi catfish. Apa pun julukannya, ikan ini memiliki nama latin Pangasianodon hypophthalmus.

Ikan ini berasal dari marga Pangasianodon. Mereka dijuluki ‘shark’, karena memiliki beberapa kemiripan dengan ikan hiu. Uniknya, patin siam biasa dijadikan menu makanan oleh orang-orang Asia Tenggara. Sementara orang Eropa dan Amerika Serikat lebih senang menjadikan ikan ini sebagai peliharaan atau ikan akuarium.

Habitat asli Ikan Patin

ikan patin aquarium, ikan patin hias aquarium, budidaya ikan patin di akuarium, bela ikan patin dalam akuarium, ikan patin dalam aquarium, memelihara ikan patin aquarium, ikan patin besar di aquarium, aquarium untuk ikan patin

Ikan patin hias. via : wikimedia.org

Patin siam menghuni cekungan sungai Mae Klong, Mekong, dan Chao Phraya. Tepatnya di kawasan Thailand, Laos, Vietnam, dan kamboja. Ikan ini juga bisa dikembangbiakkan di sawah-sawah yang ada di Amerika Serikat, Singapura, Bangladesh, dan Filipina.

Di alam liarnya, ikan ini menghuni sungai-sungai besar. Dasar sungainya berbatu atau berpasir. Mereka senang berenang di lapisan air tengah dan bernapas menggunakan insang. Kandung kemih udaranya pun didesain dengan khusus.

Salah-satu tingkah unik ikan yaitu ketika mereka dalam bahaya. Ikan ini tipikal hewan pemalu. Ketika ada ancaman, mereka memilih pura-pura mati.

Ikan ini memiliki kebiasaan yang sama dengan spesies Pangasianodon lain. Mereka kerap melakukan migrasi jauh, sampai ribuan kilometer. Perjalanan tersebut ditempuh dari hulu tempat pemijahannya sampai ke tempat ikan mendapat makanan dan anak-anaknya tumbuh. Sebagai omnivora, ikan ini bernafsu memakan apa pun. Mereka bisa melahap zooplankton, serangga, alga, krustasea, buah-buahan, dll.

Deskripsi Ikan Patin

Ikan air tawar memiliki ukuran yang besar. Bobot tubuhnya mencapai 44 kg, sedangkan panjangnya 130 cm. Selain berukuran jumbo, ikan ini juga memiliki harapan hidup panjang, sekitar 20 tahun.

Baca Juga:  75+ Jenis Ikan Hias, Informasi dan Cara Perawatannya Lengkap

Ketika masih remaja, ikan ini tampil sangat menarik. Di sekujur tubuhnya terdapat dua garis yang lebar membentang. Semakin tumbuh dewasa, garis tersebut semakin memudar. Warna ikan juga jadi pucat.

Siripnya gelap dan penampilannya tampak abu-abu monoton. Sedangkan mulut dan perutnya keperakan. Ikan ini memiliki mata dan kepala yang besar. Lalu tepi mulutnya memiliki sepasang kumis seperti lele.

Kesulitan memelihara ikan patin siam

Pada dasarnya ikan ini tidaklah rewel dan menuntut macam-macam. Namun tetap saja anda mesti berpikir dulu sebelum memboyongnya. Pasalnya, ikan akan memerlukan akuarium yang sangat besar ketika mereka sudah dewasa.

Bahkan ide untuk menyimpan patin siam dalam akuarium masihlah menjadi kontroversi. Di penangkaran sendiri, jarang ada patin siam yang berukuran jumbo seperti yang hidup di alam liar. Namun tetap saja, ukurannya begitu besar, sekitar 50 cm.

Ikan ini baik dan ramah, namun hanya pada rekan-rekan seakuarium yang tidak bisa dimakan. Mereka juga cenderung pemalu. Jika panik atau gugup, ikan bisa memberontak. Mengingat kekuatan dan ukurannya, bukan tak mungkin kalau aksinya akan membuat akuarium jadi pecah.

Merawat patin dalam akuarium

ikan patin di akuarium, makanan ikan patin dalam aquarium, cara budidaya ikan patin di akuarium, cara bela ikan patin dalam akuarium, makanan ikan patin aquarium, pelihara ikan patin di akuarium

Sebaiknya akuarium untuk ikan ini berukuran lebih dari 850 liter. Temperaturnya di kisaran 22-26 derajat Celcius. Sedangkan pH-nya berukuran 6,0-7,5.

Di tempat penangkaran, anda mungkin akan kepincut dengan juvenil atau anak-anak ikan patin siam. Selain mungil, mereka juga imut dan menarik. Sehingga banyak calon pembeli yang tertarik. Sayangnya, penjual jarang membagikan informasi mengenai ukuran maksimal ikan ketika sudah tumbuh dewasa.

Selain memerlukan akuarium berkapasitas besar, ikan ini juga lebih betah tinggal di akuarium komunitas. Bisa dibayangkan betapa ikan ini memerlukan banyak ruang di dalam huniannya.

Patin siam yang masih kecil saja memerlukan tangki berukuran sekitar 400 liter. Kalau untuk yang dewasa, tentu ukuran idealnya sekitar 1000 liter ke atas. Selain berukuran raksasa, ikan ini juga sangat aktif dan membutuhkan keleluasaan ketika beraktivitas.

Baca Juga:  12 Ikan Aquascape Terindah

Meski tergolong pemalu, namun ikan lebih nyaman tinggal bersama 5 spesies lainnya. Jadi bisa dibayangkan, betapa besarnya akuarium yang anda butuhkan. Untuk bentuknya sendiri, sebaiknya anda menyediakan akuarium lonjong.

Dasar akuarium bisa diisi oleh pasir kasar. Lalu tambahkan beberapa tanaman air. batu, atau dekorasi lain. Namun hati-hati dengan benda-benda lancip atau tajam. Sebab tubuh patin siam tidak terlindung oleh lempeng bertulang sebagai pelindungnya. Kulitnya tipis dan mudah sobek.

Belum lagi dengan penglihatan ikan yang buruk. Mereka pun cenderung mudah takut, panik, dan gugup. Ketika anda mengetuk-ngetuk akuarium, misalnya, ikan bisa beringas sendiri. Mereka lalu berlarian ke sana-kemari dan menabrak ikan lain, dinding akuarium, tanaman, dekorasi, dll.

Perlu waktu untuk membuat mereka tenang. Setelah kepanikannya mereda, ikan akan tampak berbarung di dasar tangki dalam keadaan lemas. Jika situasinya baik, ikan akan pulih dengan sendirinya.

Parameter air untuk patin siam cukup bervariasi. Intinya, ikan ini membutuhkan air besar. Anda pun harus menyediakan filter eksternal dan perbaruan sekitar 30% air dari total volumenya. Lebih lagi ikan ini kerap menghasilkan limbah organik yang banyak.

Makanan Ikan Patin

Karena masih termasuk ikan omnivora, patin siam pun bisa melahap aneka jenis makanan. Entah itu makanan hidup, serpih, beku, dll. Bisa dibilang, mereka begitu rakus. Namun sebaiknya anda mencampurkan makanan ikan, sampai mengandung komponen makanan hidup dan nabati.

Dalam sehari, anda bisa memberikan dua sampai tiga kali makan. Porsinya diatur, yang sekiranya habis dalam waktu 5 menit. Untuk memenuhi kebutuhan proteinnya, anda bisa memberikan cacing darah, jangkrik, udang, dll. Sedangkan untuk asupan nabatinya, anda bisa memberikan daun selada, labu, dan mentimun.

Baca Juga:  Cara Merawat Ikan Hias Zebra Hongkong

Kalau ingin lebih praktis, anda juga bisa memberikan produk pakan khusus. Namun pastikan anda cek kualitas dan efek sampingnya. Anda bisa memerhattikan review atau ulasan dari konsumen lain.

Teman yang cocok untuk Ikan Patin dalam Akuarium

Ketika masih anak-anak, ikan ini senang hidup berkelompok. Namun begitu dewasa, ikan cenderung betah tinggal sendirian. Mereka akan rukun dengan ikan lain yang ukurannya sama atau yang tidak bisa dijadikan menu makan. Namun patin siam akan menganggap semua ikan kecil sebagai santapan.

Ikan ini tidak nyaman tinggal dengan predator atau ikan agresif. Mereka akan tertekan dan ketakutan. Namun patin siam sendiri kadang suka menakut-nakuti ikan lain yang berenang lambat. Sehingga bisa disimpulkan kalau rekan yang cocok bagi patin siam yaitu ikan siklid yang agresivitasnya sedang seperti siklid salvin dan Texas cichlid. Ikan ini juga bisa hidup bersama lele besar seperti pleco dan sailfin pleco. Kalau tidak, patin siam bisarukun dengan ikan-ikan penghuni dasar akuarium seperti fire eel dan bichir.

Jenis Kelamin Ikan Patin

Ikan betina memiliki perawakan yang lebih gemuk. Ukurannya lebih besar. Namun warnanya lebih kusam, tidak secerah seperti ikan jantan.

Pemijahan Ikan Patin

Jarang sekali proses pemijahan ikan terjadi di tempat penangkaran atau akuarium, mengingat ukuran ikan yang menuntut akuarium jumbo. Belum lagi dengan syarat dan ketentuan akuarium untuk pemijahan. Sementara itu, di alam liarnya, ikan ini melakukan migrasi hilir ke tempat pemijahannya. Aksi ini berlangsung pada akhir musim semi atau pada awal musim panas.

Kebiasaan migrasi ikan tentu tidak bisa disimulasikan di dalam akuarium rumahan. Kalau pun hendak dilakukan pembiakan, biasanya ikan akan dikembangbiakkan dalam kolam super. Itu pun masih dilakukan Vietnam, yang mengekspor patin siam ke sekitar 80 negara. Demikian, Panduan Lengkap Merawat Ikan Patin siam. #RD

error: