Ternyata Begini, Cara Hewan Vertebrata Beradaptasi

ekor9.com. Kingdom animalia dibagi menjadi dua bagian utama. Ada vertebrata, ada juga invertebrata. Keduanya dibedakan oleh vertebra/tulang belakang. Vertebrata merupakan hewan yang memiliki tulang belakang/punggung. Contohnya spesies reptil, ikan, burung, amfibi, dan mamalia.

Namun invertebrata alias hewan yang tidak memiliki vertebra, justru tampil dengan jumlah yang lebih besar. Mereka dimasukkan ke dalam filum-filum seperti:

  • Spons (Porifera)
  • Anemon laut dan ubur-ubur (Cnidaria)
  • Cacing pipih (Platyhelminthes)
  • Cacing gelang (Nematoda)
  • Cacing bersegmentasi (Annelida)
  • Laba-laba, serangga, dan krustasea (Arthropoda)
  • Kerang, siput, dan cumi-cumi (Mollusca)
  • Bulu babi dan bintang laut (Echinodermata)

Pembahasan mengenai vertebrata tak akan lepas dari invertebrata. Bahkan ada hal menarik, yang menyebutkan kalau kerabat dekat kita merupakan bulu babi dan bintang laut. Baca : Contoh Vertebrata dan Invertebrata

Vertebrata sendiri merupakan subfilum dari Chordata. Filum ini memiliki ciri berupa tali saraf yang membentang pada punggung. Uniknya, tidak semua hewan vertebrata memiliki rangka atau tulang belakang yang keras terbuat dari tulang. Ada juga yang bentuknya lebih primitif, seperti pari dan hiu. Kerangka mereka justru terbuat dari tulang rawan.

Bagaimana evolusi vertebrata?

Bicara tentang evolusi vertebrata, biasanya ilmuwan akan menggambarkan transisi atau proses perubahan dari air ke darat. Begitu hidup di darat, hewan vertebrata menempati beragam habitat dan mulai beraktivitas secara aktif.

Adaptasi hewan vertebrata

adaptasi vertebrata, cara adaptasi vertebrata yang hidup dalam air tawar, cara adaptasi vertebrata, adaptasi hewan vertebrata

Lamprey – via : caocultura.com

Rahang

Ikan merupakan vertebrata awal dalam sejarah evolusi. Dulu mereka tidak memiliki rahang, sehingga tidak bisa menggigit daging mangsa. Mereka pun hanya bisa mengisap dan memotongnya. Contohnya ikan lamprey ‘si belut/vampir laut’ dan hagfish/ikan pasuk/remang.

Ikan-ikan yang modern, seperti ikan bertulang atau hiu, memiliki rahang. Bagian tubuh ini sangat efektif dan efisien untuk menangkap, mengunyah, dan menelan mangsa.

Baca Juga:  Peringatan! 11 Hewan Endemik Indonesia Kini Terancam Punah

Paru-paru dan anggota tubuh

Vertebrata yang sukses hidup di darat harus mampu bernapas dan bergerak. Penyesuaian diri ini terlihat pada ikan-ikan primitif, contohnya seperti lungfish/ikan paru/lempung. Baca : Ikan yang Bisa Hidup di Darat

Telur dan kulit kedap air

Salah-satu syarat untuk hidup di darat, yaitu kuat jika kehilangan air. Oleh karena itu, adaptasi selanjutnya yaitu kulit yang kedap air. Hewan vertebrata yang melakukannya yaitu reptil. Mereka juga memiliki telur amniote, yang kasarnya keras dan kasar namun mengandung pasokan air. Kemudian burung yang berevolusi dari reptil juga memiliki telur ini.

Endotermia

Endo artinya internal/di dalam, sedangkan therm itu temperatur/panas. Kita sering menyebutnya dengan istilah ‘darah panas’. Kemampuan ini dimiliki oleh mamalia dan burung. Hal ini terjadi karena pembakaran makanan untuk energi mengatur suhu tubuh di dalam. Hewan-hewan seperti burung dan mamalia pun bisa mandiri dalam kondisi lingkungan apa pun. Mereka bisa makan dengan beragam cara, menemukan habitat yang pas, menghindari predator, serta melakukan reproduksi.

Baca Juga:  5 Langkah Mencapai Cita-cita Menjadi Dokter Hewan

Menurut Dr. Douglas Zook, evolusi vertebrata bukanlah tentang mengganti dan mengubah bentuk lama menjadi kekinian. Kelompok yang memiliki nenek motang sama bisa berkembang sendiri dengan suksesnya. Demikian, Cara Hewan Vertebrata Beradaptasi. #RD

error: