Cara Budidaya Tanaman Pangan dan Jenisnya Lengkap - Dunia Fauna , Hewan , Binatang & Tumbuhan

Cara Budidaya Tanaman Pangan dan Jenisnya Lengkap

Budidaya tanaman pangan tidak hanya menguntungkan namun juga mengasyikkan. Terlebih bagi anda yang ingin membudidayakan tanaman pangan, tentu akan lebih menarik karena bisa diolah sendiri ataupun dijual hasil panennya. 

Nah, untuk itu dalam kesempatan kali ini akan kami bagikan 5 cara mudah untuk membudidayakan tanaman pangan beserta jenis-jenisnya lengkap. Langsung saja simak ulasan selengkapnya berikut ini. 

 

Cara Mudah Budidaya Tanaman Pangan

 

Pada dasarnya teknik menanam tanaman pangan adalah kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menghasilkan sumber karbohidrat dan protein. Nantinya sumber yang dihasilkan bisa dikonsumsi sendiri ataupun dijual kembali. 

Dan untuk menghasilkan sumber pangan yang berkualitas, maka cara pembudidayaannya pun tidak boleh asal-asalan. Setidaknya ada beberapa langkah yang harus anda lakukan untuk mendukung kualitas tanaman, yaitu sebagai berikut.

 

  • Standarisasi Persiapan Lahan

persiapan lahan

 

Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah mempersiapkan lahan yang bebas dari limbah dan racun. Setelah itu tanah lahan bisa dibajak atau dicangkul terlebih dulu untuk menggemburkan tanah agar nantinya perakaran bisa tumbuh lebih optimal.

 

Bila perlu, anda juga bisa mempersiapkan tanah yang disertai dengan penambahan pupuk organik atau dengan teknik peningkatan kesuburan lahan lainnya. Seluruh proses ini boleh anda lakukan secara manual ataupun menggunakan mesin.

 

 

  • Aturan dalam Penanaman

aturan menanam

 

Untuk menanam benih, anda bisa mengikuti teknik budidaya yang selama ini sudah direkomendasikan. Yaitu, memberi jarak, menghitung kebutuhan benih tiap hektarnya, dan pemilihan jenis tanaman.

 

Penanaman untuk budidaya tanaman pangan juga sebaiknya dilakukan pada musim tanam yang sesuai agar jadwal panen lebih optimal. Anda juga dianjurkan untuk merawat setiap benih dengan baik agar nantinya terhindar dari hama yang mengganggu.

 

Baca Juga:  Informasi, Jenis, Cara Menanam dan Merawat Bunga Aster

 

  • Proses Pemupukan

pemupukan

 

Pemupukan dimaksudkan untuk memberi nutrisi yang cukup terhadap berkembangnya tanaman. Pemupukan ini bisa anda lakukan setelah proses penaburan benih selesai. Pupuk bisa anda berikan secara langsung dan bersamaan dengan proses penanaman ataupun setelahnya secara bertahap. Dalam memilih pupuk juga anda sebaiknya memilih jenis organik dengan dosis dan waktu pengaplikasian yang sesuai agar lebih efektif.

 

Setidaknya untuk pemupukan ini anda bisa mengikuti standarisasi pemupukan yang sudah ditetapkan secara nasional. Yaitu mulai dari memilih waktu yang tepat, sesuai kebutuhan, dosis yang tepat, dan cara penggunaan yang tepat serta tidak berlebihan.

 

 

  •  Tahap Pemeliharaan Tanaman

pemeliharaan tanaman

 

Untuk tahap pemeliharaan tanaman ini mencakup proses penyiraman, penyulaman, dan proses pembubunan. Penyiraman tentu dibutuhkan untuk menjaga tanah berada dalam kondisi lembab terbaiknya. 

 

Lalu proses penyulaman nantinya berfungsi untuk membuang tanaman dan sisah benih yang tidak tumbuh sehingga kita bisa menggantinya dengan yang baru. Dan fungsi pembubunan ialah untuk menangkal batang dengan tanah.

 

 

  • Standar Pemeliharaan

Budidaya tanaman pangan harus sesuai dengan jenisnya agar tanaman bisa tumbuh dan menghasilkan produk yang optimal serta berkualitas tinggi. Setelah itu kita juga harus melindungi setiap tanaman yang tumbuh agar tidak terganggu oleh hewan ternak ataupun hama lainnya.

 

Untuk pengendalian hama umumnya digunakan langkah penyemprotan pestisida. Namun pastikan pestisida yang digunakan juga sesuai standard dan tidak melebihi dosis yang ditetapkan. Sebisa mungkin gunakan pestisida dalam jumlah paling minimal untuk meminimalisir residu atau efek kimia yang dihasilkan.

 

Anda juga bisa menggunakan pestisida hayati yang lebih mudah terurai sehingga tidak meninggalkan residu saat panen. 

 

  • Standarisasi Panen dan Pasca Panen

panen

 

Proses penan harus dilakukan ketika usia tanaman sudah tepat untuk dipanen. Hal ini perlu diperhatikan untuk menghasilkan produk budidaya tanaman pangan yang berkualitas. Cara panen juga harus diperhatikan sesuai jenisnya agar tidak merusak produk dan memastikan kesegarannya dalam waktu yang lama.

 

Baca Juga:  31 Jenis Tanaman Bonsai Terbaik dengan Bentuk Unik dan Cantik

Sedangkan untuk pasca panen sebaiknya anda simpan produk di tempat yang sejuk dan tidak langsung terkena sinar matahari. Sedangkan untuk jenis tanaman yang masih membutuhkan proses perontokan dan penggilingan bisa anda lakukan secara manual maupun dengan menggunakan mesin.

 

Nah, itulah beberapa cara dan tahapan budidaya tanaman pangan yang bisa anda coba lakukan. Pastikan pula untuk selalu memastikan kondisi tanah yang gembur dan tetap berada pada tingkat kelembaban sesuai. Dan jika anda sudah mengerti bagaimana tahapan penanaman di atas, maka selanjutnya mari kita lanjut untuk mengenal jenis-jenis tanaman pangan berikut ini.

Jenis-Jenis Tanaman Pangan yang Bisa Anda Tanam

 

  • Budidaya Tanaman Pangan Serealia

budidaya tanaman serealia

 

Tanaman yang pertama ini menghasilkan biji-bijian yang bisa digunakan sebagai sumber makanan. Seperti misalnya padi, jagung, sogum, atau gandum.

 

 

  • Budidaya Tanaman Padi

 

budidaya tanaman padi

Jenis yang satu ini pasti sudah tidak asing bagi anda. Padi penghasil beras adalah salah satu jenis tanaman pokok yang menjadi bahan pangan utama masyarakat Indonesia. Tanaman padi mempunyai serat akar, batang yang berbulu dan berlubang. Beberapa contoh dari budidaya tanaman padi adalah sawah, padi gogo, dan padi rawa. Silahkan pilih yang paling sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan anda.

 

 

  • Budidaya Tanaman Pangan Jagung

budidaya tanaman jagung

 

Jagung juga menjadi tanaman pangan yang cukup laris karena banyak dibutuhkan sebagai tambahan makanan pokok sehari-hari masyarakat, khususnya di beberapa daerah tertentu. Untuk menanam jagung manis maka kami merekomendasikan anda untuk mengetahui cara penanaman yang baik dan benar.

 

Karena pada dasarnya batang tanaman jagung termasuk batang yang ditutupi dengan daun sehingga anda tidak bisa mengkontrol dengan mudah. 

 

 

  • Budidaya Tanaman Pangan  Gandum

budidaya tanaman gandum

 

Baca Juga:  Manfaat Tanaman Bidara untuk Kesehatan hingga Menangkal Sihir

Tanaman gandum bisa menjadi salah satu pilihan cerdas untuk menghasilkan produk organik sehat yang kaya akan serat. Terlebih di Indonesia sendiri budidaya gandum sangat jarang kita temui karena pasar kebutuhannya tidak terlalu tinggi.

 

Namun anda masih bisa menyalurkan hasil tanaman gandum pada pendistribusian untuk bahan baku sehat. Seperti misalnya pasta sehat, roti gandum, dan sereal yang kaya serat.

 

  • Budidaya Tanaman Kacang

budidaya tanaman kacang

 

Budidaya tanaman kacang umumnya dilakukan di tanah kering. Tanaman kacang juga hanya membutuhkan waktu 3 bulan untuk bisa dipanen dengan optimal. Batang dan daun kacang-kacangan akan tumbuh di atas tanah sementara hasil kacangnya sendiri akan tertanam dan mengakar di dalam tanah. 

 

Anda bisa memilih berbagai jenis kacang-kacangan, mulai dari kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah, dan lain sebagainya. Pastikan anda memilih sesuai dengan kebutuhan karena masing-masing kacang memiliki peran dan pangsa pasarnya sendiri.

 

 

  • Budidaya Singkong dan Umbi-Umbian Lainnya

budidaya singkong dan ubi

 

Nah, untuk jenis umbi-umbian ini kita mengenal singkong sebagai salah satu bahan pangan pokok masyarakat, khususnya di masa lampau. Tanaman singkong termasuk jenis umbi-umbian yang mudah pembudidayaannya. 

 

Anda juga bisa memilih jenis umbi lain seperti ubi jalar, ubi ungu, dan lain sebagainya. Dalam pasar produksi umbi pun tidak pernah sepi peminat karena sifatnya yang mudah diolah menjadi berbagai bahan pangan.

 

Dan demikianlah beberapa ulasan singkat yang bisa kami berikan seputar cara budidaya tanaman dan berbagai jenis-jenisnya tanaman pangan. Silahkan anda coba sendiri untuk mulai membudidayakan tanaman tersebut. Anda bisa memulainya dengan skala kecil untuk mulai mempelajari lebih luas terkait pembudidayaan tanaman pangan yang berkualitas tinggi.