Mengapa Babi Haram dalam Islam? Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya!

ekor9.com. Karena bersumber langsung dari Sang Pemilik Semesta, syariat Islam senantiasa menghendaki kebaikan, tidak hanya bagi penganutnya, melainkan juga seluruh umat manusia. Termasuk dalam perkara pemisahan makanan halal dan makanan haram.

Penjelasan babi haram

kenapa babi haram.com, cerita babi haram dalam islam, babi diharamkan, kenapa babi diharamkan, fakta babi haram menurut islam, gambar babi haram, kenapa babi haram untuk dimakan, kenapa babi haram untuk umat islam, mengapa babi haram untuk muslim, kenapa babi haram untuk umat muslim, mengapa daging babi haram untuk dimakan

babi itu haram kenapa diciptakan?

Dalam Islam, ada makanan yang boleh dimakan dan ada makanan yang dilarang untuk dimakan. Tentu saja, bukan untuk mempersulit keadaan. Penetapan ini justru menjadi ujian ketaatan bagi umat Islam, sekaligus pedoman dalam meraih kebaikan bagi Muslim yang Mu’min.

Misalnya, tentang hukum haram pada babi. Semua orang memahami dan mahfum, umat Islam dilarang memakan babi. Namun, sejak dulu, ada saja yang bertanya-tanya, mengapa babi haram? Bukankah babi juga makhluk hidup yang perlu dihargai dan memiliki manfaat besar?

Baca Juga:  Patut Dicoba, 10 Cara Mudah Mengusir Kelelawar dari Rumah

Nah, yang perlu dicatat, label haram bukanlah cap kebencian. Umat Islam dilarang menggunakan atau mengonsumsi segala produk dari babi, namun bukan berarti harus membenci dan memusnahkan babi. Tidak ada salahnya memberi makan babi atau membiarkan babi hidup damai di habitatnya.

Maka, tidak perlu berburuk sangka.

Bukankah, sering kali kita terlambat sadar bahwa Tuhan Maha Benar? Dulu, umat Islam hanya diminta menaati suatu hukum. Namun, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, kita akhirnya mengetahui hikmah di balik aturan-aturan syariat. Baca : Ternak di Lahan Sempit

Fakta babi haram menurut Islam

apakah babi haram menurut kristen dipegang disentuh apa alasan bagi islam itu hutan bulu daging taring kulit dalam injil benarkah anjing dan dimakan kenapa untuk agama orang mengapa tapi diciptakan di al quran umat secara ilmiah muslim namun kalau jika diharamkan

Jadi, apa hikmah dan kebaikan di balik hukum haram pada babi? Berikut ini 8 fakta ilmiah untuk menguatkan keyakinan kita, terkait babi diharamkan dalam Islam:

  • Risiko terinfeksi cacing pita cukup tinggi jika kita mengonsumsi babi. Padahal, selain cacing pita, dalam tubuh babi juga terdapat beragam cacing berbahaya lainnya, seperti cacing spiral, cacing paru, cacing tambang, dan ada pula bakteri kolera, serta virus kudis.
  • A.V. Nalbandov menyatakan bahwa kantung urine babi sering kali bocor, sehingga urine babi berpotensi melumuri tubuh dan dagingnya.
  • Secara fisiologis, babi tidak punya leher, sehingga menyulitkan dalam penyembelihan yang sesuai syariat Islam.
  • Babi termasuk hewan pemakan segala, baik hewan, tumbuhan, bahkan kotoran. Kerakusan tersebut menjadikan kondisi dan kandungan tubuh babi tidak terkendali.
  • Selain persoalan makanan yang jorok, babi juga gemar bergumul pada tempat yang kotor, seperti kubangan lumpur.
  • Secara genetik, DNA babi dekat dengan manusia. Sehingga, mengonsumsi babi dapat berpengaruh buruk pada perangai dan kinerja otak. Penularan penyakit pun akan terjadi lebih mudah.
  • Daging babi mengandung lemak jenuh yang berbahaya, karena sulit dicerna oleh sistem pencernaan manusia.
  • Mengonsumsi daging babi dapat menjadi penyebab kanker anus dan kolon. Selain itu, babi juga menjadi pembawa virus flu babi.
Baca Juga:  Keren! Selain Berenang, 3 Hewan Air Ini Juga Jago Terbang

Karena itulah, selama masih ada alternatif makanan halal, kita tidak perlu tergiur dengan olahan babi yang dihidangkan sedemikian rupa. Ingat, dunia hanya sementara, jangan jadikan deritanya abadi hingga ke alam baka.

Lagipula, bukankah rendang daging sapi merupakan makanan yang paling enak dan telah diakui oleh dunia? Maka, nikmat Tuhan mana lagi yang hendak kamu dustakan?

error: