Apa perbedaannya kucing sama anjing? 13 hal penting dalam pemeliharaan

ekor9.com. Apa anda kebingungan hendak memelihara anjing atau kucing? Memang apa perbedaan mereka?

Bisa anda perhatikan sendiri ciri-ciri umumnya. Kucing tidak akan ngos-ngosan sambil menjulurkan lidah untuk mendinginkan dirinya. Kucing juga tercipta sebagai hewan yang mandiri. Beda lagi dengan anjing yang tampak berkembang dalam interaksi.

perbedaan memelihara anjing dan kucing, apa perbedaan anjing dan kucing, apa beda anjing sama kucing, perbedaan anjing dan kucing, beda anjing dengan kucing, perbedaan fisik kucing dan anjing, perbedaan karakter anjing dan kucing, perbedaan makanan kucing dan anjing, perbedaan memelihara kucing dan anjing, perbedaan morfologi kucing dan anjing

anjing dan kucing – via : ethosvet.com

Jika anda mencari teman untuk bergerak atau olahraga, maka kucing bukanlah pilihan terbaik. Meski kadang-kadang ceria dan aktif, mereka cenderung tidak atletik. Lain lagi dengan anjing. Beberapa ras mereka bahkan cocok untuk diajakhiking dan lari, sehingga mereka akan setia menemani perjalanan anda.

Masing-masing memiliki kecenderungan tersendiri, sehingga anda pun mesti menanganinya dengan cara yang berlainan. Berikut ini beberapa perbedaan anjing dan kucing yang patut anda pertimbangkan, yang telah kami rangkum dari berbagai sumber terpercaya :

Perbedaan tingkah/ kelakuan

Anjing lebih aktif di siang hari. Sesekali mereka akan tertidur. Kalau anda di rumah, mereka akan tidur di dekat anda. Sedangkan kucing akan menghabiskan waktu siangnya dengan tidur. Begitu anda hendak tidur, kucing justru cukup aktif bermain-main.

Kemudian dari segi suara. Anjing akan menggonggong, menggeram, atau melolong. Sedangkan kucing cukup dengan mengeong dan menggeram.

Tanda memberi peringatan pun cukup berbeda. Kucing akan memberi sinyal dengan cara melengkungkan punggungnya, lalu bulu pada punggungnya juga tampak terangkat. Sedangkan anjing akan menatap tajam sambil menggonggong keras. Apa pun itu, yang jelas peringatan mereka memiliki arti agar apa pun atau siapa pun yang ada mesti jaga jarak.

Anjing lebih pandai bersosialisasi ketimbang kucing

Anjing dan manusia sudah lama berevolusi bersama, sehingga hubungannya erat. Anjing tidak lagi dipandang sebagai hewan yang bekerja untuk menjaga, menggiring, atau berburu. Mereka juga sudah akrab dengan perhatian, kasih sayang, dan makanan manusia.

Baca Juga:  Makanan untuk Anak Kucing Umur 1 Bulan

Anjing lebih berjiwa sosial, merasakan peranannya dalam keluarga manusia, nyaman tinggal dekat dengan manusia, merespons perintah verbal dengan baik, dll. Di sisi lain, kucing bisa saja berburu tikus, tetapi hal itu digerakkan oleh instingnya – bukan oleh perintah manusia. Namun uniknya, mereka seperti ingin memamerkan hasil buruannya pada manusia. Kucing juga lebih kreatif, mandiri, suka menyendiri, dan cenderung sombong.

Anjing bisa merasakan citarasa manis, kalau kucing tidak bisa

Bagian langit-langit kucing tidak bisa mendeteksi rasa manis. Sehingga mereka tidak akan tertarik pada makanan manis anda. Namun hati-hati, cokelat bisa menjadi sumber racun bagi kucing dan anjing.

Dari segi spektrum rasa, anjing memang lebih kaya. Menu makanannya pun lebih luas atau beragam. Asalkan mereka tidak sampai melahap cokelat terlalu banyak.

apa perbedaan anjing dan kucing, apa bedanya anjing dan kucing, apa beda anjing sama kucing, apa perbedaan antara kucing dan anjing, apakah perbedaan kucing dan anjing, apa perbedaan kucing dengan anjing, perbedaan kutu anjing dan kucing

anjing sama kucing kecil – via : pic2.me

Perbedaan kemampuan berburu

Jangankan berburu, permainan anjing dan kucing saja memiliki pendekatan yang berbeda. Anjing bisa menikmati permainan teka-teki dan proses pencarian. Sehingga mereka cenderung banyak akal. Sedangkan kucing lebih suka untuk segera menerkam mangsa. Kucing tercipta untuk berburu dengan membunuh, bukan memulung.

Keduanya tampil sebagai pemburu yang ulung. Tetapi pendekatan terhadap mangsanya memang berbeda. Kucing bisa memanjat pohon atau melompat dari ketinggian untuk menerkam mangsa. Sedangkan anjing cenderung mengandalkan hidung dengan penciuman tajam sekaligus kecepatan tingginya.

Anjing suka diapresiasi, kucing tidak peduli

Ketika anda memuji kucing yang lucu, manis, atau menggemaskan, mereka seperti tidak peduli. Kalau bisa berkata, mungkin mereka akan bilang ‘tentu saja’ dengan ketus. Entahlah mereka senang atau tidak, yang jelas kucing seperti tidak begitu mampu untuk mengekspresikan emosinya.

Sementara itu, anjing justru seperti menginginkan pujian atau suapan makanan sebagai motivasi. Mereka akan tampak semangat ketika berlatih. Mereka suka menerima tepukan pada kepala sebagai tanda kebanggaan. Mereka juga senang ketika manusia mengatakan ‘good boy’ sebagai pujian.

Baca Juga:  Inilah 4 Alasan Kenapa Anjing Menyerang Manusia

Anjing terengah-engah, sedangkan kucing biasa saja

Ketika anjing ingin menenangkan atau mendinginkan diri, ia akan tampak ngos-ngosan. Sedangkan kucing memiliki mekanisme pendinginan khusus. Mereka punya kelenjar keringat pada hidung serta bantalan pada kakinya. Ketika anjing terengah-engah, bisa jadi masalahnya lebih dari sekadar pernafasan. Mungkin saja dia sedang stres, merasakan sakit, atau ada masalah kardiovaskular.

Keadaan kesehatan mereka berbeda

Anjing biasanya punya kecenderungan besar untuk mengalami radang sendi atau gangguan kesehatan lain yang berhubungan dengan mobilitas. Mereka juga rawan penyakit kulit, parasit (caplak/kutu), trauma, limfoma, dan pankreatitis.

Kalau pada kucing, kasus kesehatan yang sering terjadi yaitu radang usus, asma, alergi makanan, diabetes, leukimia kucing, dan defisiensi imun. Persendian mereka juga berpotensi untuk aus.

Kecenderungan makan

Canine (anjing) dan feline (kucing) sama-sama menjadi hewan karnivora. Namun kucing merupakan karnivor inti, sedangkan anjing bisa dibilang sebagai karnivor fakultatif.

Umumnya anjing makan daging. Tetapi mereka juga bisa bertahan hidup dari bahan nabati. Tetapi mereka tidak bisa menerapkan pola hidup ala vegetarian meski pun mereka bisa mengonsumsi makanan dari bahan nabati. Sedangkan kucing merupakan karnivor wajib. Mereka tidak punya sistem yang menghasilkan asam amino sesuai kebutuhannya.

Penggunaan litter box atau kotak buang air

Jika dibandingkan, kucing lebih cepat belajar dan menyesuaikan diri dengan kotak khusus buang airnya yang berisi pasir atau bahan lainnya. Hanya perlu beberapa kali untuk mengingatkannya, sebab instingnya sudah membimbing kucing untuk disiplin. Kalau anjing lebih senang ke luar dan mencari-cari spot yang tepat. Anda perlu waktu untuk melatihnya agar terbiasa dengan litter box yang disediakan di rumah. Baca : Cara melatih anjing buang air

Anjing lebih mudah diberi pengobatan ketimbang kucing

Kucing  memiliki Glucuronyl transferase atau enzim hati yang sedikit. Sehingga tidak mudah bagi mereka untuk memecah obat penghilang sakit seperti Tylenol. Bahkan jika dipaksakan, obat tersebut justru bisa bersifat toksik. Namun anjing masih bisa menangani Tylenol alias acetaminophen dengan dosis rendah.

Anjing bisa ‘puasa’ atau mogok makan, sedangkan kucing tidak bisa

Dalam keadaan metabolisme yang normal, hati anjing dan kucing sama-sama akan mengubah lemak menjadi energi. Namun hal ini normal. Bahkan karnivor yang sehat bisa bertahan cukup lama tanpa makanan.

Baca Juga:  Keren, Lucu dan Menggemaskan. 8 Anjing Ini Cosplay Pakai Kostum ala Karakter Star Wars!

Masalah justru muncul ketika kucing yang kegemukan tiba-tiba tidak mau makan karena faktor penyakit, stres, atau mungkin ada hal lain. Mereka jadi kekurangan kalori. Kucing yang terlalu banyak makan dan bermalas-malasan juga tumbuh gemuk dan berisiko terkena lipidosis hati atau keadaan hati yang berlemak.

Mental anjing dan kucing

Sejarah mencatat kalau anjing merupakan bagian dari kelompok. Karena hal inilah, mereka memandang majikan atau manusia yang merawatnya sebagai pimpinan kelompok. Mereka mesti mengikuti arahan atau perintah ‘pemimpin’ tersebut dengan cermat. Anjing juga cenderung mudah bekerja-sama dengan anda, sehingga ia senang dilibatkan dalam rutinitas harian.

Kondisi berbeda terlihat pada kucing. Mereka adalah pemburu soliter atau penyendiri. Mereka makhluk yang mandiri dan tidak suka bergantung pada manusia, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Sehingga anda perlu pendekatan khusus untuk menjalin keakraban dengan kucing. Sebab kalau sudah dekat, kucing pun senang dengan perlakukan lembut manusia seperti elusan di punggung atau pemberian makanan.

Perbedaan training

Anda salah-paham jika mengira kalau kucing tidak bisa dilatih. Mereka memang tidak merasa wajib patuh terhadap apa pun instruksi anda. Mereka itu mandiri. Tetapi anda bisa mengusahakannya, bahkan ingatan kucing lebih kuat ketimbang anjing. Namun sesi pelatihannya mesti singkat saja, asalkan konsisten. Mereka juga memerlukan training secara individu, tidak kelompok.

Kalau anjing memang cenderung patuh terhadap tuannya, sehingga mereka merasa harus taat pada anda. Mereka juga bisa dilatih dalam grup. Selain itu, anjing lebih responsif ketika anda memberinya pujian atau camilan sebagai hadiahnya.

Pada dasarnya, sifat atau kepribadian hewan akan kembali pada individunya sendiri. Ada juga beberapa spesies anjing yang introvert dan kucing yang ekstrovert.

Intinya, baik anjing atau pun kucing sama-sama berpotensi menjadi hewan peliharaan yang asyik dan berharga. Hanya saja, mereka membutuhkan komitmen anda untuk mencintai dan merawat mereka sepenuh hati. Perbedaan Memelihara Kucing dan Anjing. (DBS) #RD

error: