Panduan Lengkap : 7 Cara Memilih dan Memelihara Ikan Koi Supaya Cepat Besar Tidak Mudah Mati

ekor9.com. Belum begitu lama, Koi karper (Cyprinus carpio) hias yang berwarna-warni berasal dari Jepang-diperkenalkan di Indonesia. Sekarang sudah banyak yang memeliharanya sebagai ikan hias dalam kolam.

Tapi, masih banyak juga yang belum mengenalnya. Memang koi tidak sepopuler ikan maskoki, Carassius auratus. Lagi pula harganya yang mahal menjadikannya hanya orang berduit saja yang bisa membelinya.

Sebenarnya ada juga Koi “lokal” yang harganya tidak begitu mahal, tetapi kualitasnya tidak seperti Koi impor. Mungkin suatu waktu nanti bisa juga Indonesia menghasilkan Koi berkualitas baik.

Bagi yang sekarang mulai tertarik untuk memelihara Koi, inilah beberapa petunjuk yang perlu diketahui jika membeli Koi, juga perawatannya.

1. Koi ikan mas berwarna-warni dari Jepang

Orang Jepang menyebut ikan karper yang berwarna-warni ini dengan sebutan Nishikigoi. Nishikigoi berasal dari kata Nishiki yang artinya kain berwarna-warni dan kata Goi yang artinya ikan karper. Kata Koi sendiri berasal dari bahasa Cina. Sekarang digunakan secara umum sebagai nama ikan karper yang berwarna-warni.

Memang, orang Cinalah yang pertama kali menernakkan ikan karper sejak tahun 1300-an. Tetapi, orang Jepang yang mendapatkan karper yang berwarna-warni pertama kali di Ojiya, Niigata. Dengan seleksi yang ketat, dari ikan karper biasa dihasilkan ikan karper berwarna-biru dan merah hasil mutasi. Pada 1870 didapatkan strain warna merah putih yang disebut Kohaku. Selanjutnya strain baru didapatkan hingga sekarang sudah beratus-ratus banyaknya.

Sejak PD II, Jepang sudah mengekspor beribu-ribu Koi di Amerika Utara dan Eropa Barat. Juga ke Indonesia.

Di Indonesia sendiri Koi lebih banyak dikenal sebagai “ikan mas” berwarna-warni. Karena harganya yang menggiurkan, banyak orang mencoba menernakkan dari ikan mas biasa dan dari induk Koi Jepang yang diimpor. Sudah pasti hasilnya belum bisa menyemai Koi yang diimpor dari Jepang.

2. Koi “lokal” dan Koi impor, mana yang dipilih?

jenis ikan koi terbaik, jenis ikan koi termahal, jenis ikan koi yang bagus, jenis ikan koi lengkap, jenis ikan koi dan ciri-cirinya, jenis ikan koi favorit, jenis ikan koi hoki, jenis ikan koi pembawa hoki, jenis ikan koi kontes, jenis ikan koi paling laris, jenis ikan koi platinum, jenis ikan koi paling mahal, jenis ikan koi paling populer, jenis ikan koi termahal di dunia, jenis ikan koi unggulan, jenis ikan koi unggul, jenis ikan koi yang unggul

Di Indonesia memang ada dua macam Koi yaitu Koi impor yang asli Jepang dan Koi “lokal” hasil pemijahan induk Koi impor di sini. Bagaimana kita membedakan yang mana yang impor dan yang mana yang “lokal”? Karena, kadang-kadang ada penjual ikan hias memasang harga Koi impor yang mahal pada Koi “lokal”. Walaupun sebenarnya kalau Koi hasil pijahan sini memenuhi syarat Koi yang bagus pantas juga mendapatkan harga yang layak.

Menurut Wiredja, pecinta ikan hias yang sudah berhasil memijahkan Koi di Bogor, Koi impor atau Koi “lokal” bisa dibedakan dari kecemerlangan warnanya. Warna Koi “lokal” agak pudar, tidak tajam dan cemerlang seperti yang impor. Memang ada beberapa Koi “lokal” yang warnanya baik tetapi masih belum bisa menyamai yang impor.

Koi impor, karena termasuk pilihan, warnanya “murni”. Jika warnanya putih, putihnya betul-betul murni seperti salju. Jika warnanya merah, betul-betul merah tanpa ada warna lain di atas merahnya.

Bentuk tubuh Koi “lokal” masih mirip dengan ikan mas biasa, yakni pipih. Tubuh Koi impor mendekati bentuk ideal yakni bulat. Koi yang berkualitas tinggi bentuk tubuhnya bulat tetapi tidak gemuk.

Hal lain yang membedakan Koi “lokal” dengan yang impor ialah sifatnya. Koi “lokal” lebih “liar” dibandingkan Koi impor. Koi “lokal” sulit ditangkap. Koi impor tidak takut manusia sehingga lebih mudah ditangkap atau dipegang.

Namun begitu memilih membeli Koi “lokal” atau Koi impor tergantung pada selera pribadi. Memilih Koi bisa dianalogikan dengan seorang yang memilih mobil untuk dibeli. Semua yang ditawarkan menarik. Pilihan dijatuhkan sesuai pertimbangan masing-masing pembeli.

3. Persiapan sebelum membeli Koi

a. Kolam

nuansa nexus nama untuk nak buat outdoor ornamen obat penjernih pakai pdf pasang siap portable persegi pompa ph rumahan ruangan didalam samping summarecon sehat simple sumarecon semarang selain terbaik tercantik terindah terbesar terbagus terkena terbuka termewah unik video vortex variasi download wallpaper www.kolam water pump dinding hidup baik youtube benar bagus 2015 2010

Koi biasa dipelihara di kolam, walaupun sebenarnya bisa saja dipelihara di akuarium yang besar dan terkena sinar matahari langsung dan bisa juga di dalam rumah. Sebelum membeli Koi, kolam dan perlengkapannya harus sudah dipersiapkan.

Bentuk kolam tidak ada yang khas untuk Koi. Segala bentuk bisa digunakan, bahkan bekas kolam renangpun bisa. Yang perlu diingat, Koi memerlukan oksigen yang cukup. Untuk itu, kolam perlu diberi pancuran air guna meningkatkan kadar oksigen dalam air.

Ukuran kolam tergantung dari jumlah ikan yang akan dipelihara. Kedalaman kolam yang ideal antara 120 cm – 180 cm. Luasnya disesuaikan dengan ketersediaan lahan dan jumlah ikan. Jarak permukaan air ke bibir kolam paling tidak 30 cm. Gunanya untuk menghindari ikan meloncat ke darat (Koi mempunyai sifat suka meloncat, apalagi kalau kondisi kolam tidak cocok dengannya). Selain itu jarak ini juga berguna untuk menghindari Koi dimangsa kucing.

Posisi kolam diusahakan cukup mendapatkan sinar matahari tetapi tidak sepanjang hari. jadi harus ada sebagian waktu kolam tertutup bayang-bayang. Atau ada sebagian kolam yang ternaungi. Selain itu harus dihindari pohon besar yang akarnya dapat merusak kolam dan daunnya jatuh mengotori kolam.

b. Pompa dan filter

Pompa berguna untuk membuat sirkulasi air. Air kolam dipompa melalui filter lalu dikocorkan kembali ke kolam. Keuntungannya, kocoran air akan menambah konsentrasi oksigen dalam air. Filter itu sendiri berguna untuk membersihkan air dari kotoran. Sehingga air tetap jernih tanpa harus terlalu sering diganti.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Parasit Pada Ikan Koi

Jika air kolamnya jernih, keindahan Koi lebih dapat dinikmati. Apalagi di daerah yang sulit untuk mendapatkan air bersih, filter amat membantu.

c. Air

Untuk mengisi kolam bisa digunakan air sumur maupun air ledeng. Jika menggunakan air ledeng pastikan bahwa airnya sudah tidak mengandung klorin. Untuk menghilangkannya air ledeng dijemur seharian. Jadi setelah kolam diisi, ikan jangan langsung dimasukkan ke dalamnya. Kolam yang dikuras pagi hari, sorenya sudah bisa digunakan lagi. Atau bisa juga menggunakan cairan penetral klorin yang bisa dibeli di penjual ikan mas. Dosis penggunaannya bisa ditanyakan di sana.

Jika menggunakan air sumur, pastikan airnya tidak mengandung bibit penyakit yang tidak tercemar. Sebaiknya sebelum digunakan air sumur diendapkan dahulu selama kurang lebih 5 jam.

Derajat keasaman air untuk Koi ialah netral (pH 7,2-7,4). Suhu air boleh berguncang agak leluasa. Di Jepang dan Eropa, Koi masih bisa hidup pada musim dingin, dan juga musim panas. Tetapi yang membuat ikan sakit adalah perubahan suhu yang mendadak.

d. Tanaman Air

Tanaman air tidak perlu dalam koi walaupun boleh saja ditanam. Kesulitannya, dengan adanya tanaman air diperlukan sedikit pasir, padahal sifat ikan mas suka mengaduk-aduk dasar kolam akibatnya air selalu nampak kotor. Jadi sebaiknya tidak menggunakan tanaman air.

4. Memilih Koi Penghias Kolam

10 jenis ikan koi, jenis varietas ikan koi, jenis ikan koi unggulan, jenis ikan koi utsuri, jenis ikan koi unggul, jenis ikan koi yang unggul, video jenis ikan koi, jenis ikan koi warna kuning, www.jenis ikan koi, jenis ikan koi yang paling diminati, 13 jenis ikan koi, jenis ikan koi 2018, jenis ikan koi 2019, 24 jenis ikan koi

a. Ukuran ikan yang dibeli

Beberapa pecinta Koi menganjurkan, agar para pemula membeli Koi yang berukuran kurang lebih 10 cm, karena lebih mudah menanganinya. Selain itu harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan yang lebih besar. Seandainya ikannya mati karena kurang perawatan, kita tidak terlalu merugi. Sebaliknya jika berhasil memeliharanya menjadi besar berarti sudah belajar mengenal Koi dari pengalaman. Lagi pula, Koi yang dipelihara sejak muda, bisa dilatih menerima makanan secara langsung dari tangan pemeliharanya.

Kekurangannya, membeli ikan yang masih kecil ada kemungkinan warna dan pola warnanya akan berubah, bersamaan dengan membesarnya tubuh ikan.

Jika merasa yakin akan kemampuan sendiri, kita boleh membeli Koi berukuran besar. Harganya relatif mahal, tergantung besarnya, warnanya dan pola warnanya. Jika mati, kerugiannya juga cukup besar. Keuntungannya, warna dan pola warnanya cukup stabil-asal diberi makanan dan perawatan lingkungan yang baik walaupun bisa saja pudar, kalau perawatannya kurang.

b. Beli ikan yang sehat

Dari tingkah lakunya dapat diketahui apakah ikan itu sakit atau sehat. Ikan yang hanya diam saja di dasar kolam tidak bergerak atau hilang keseimbangannya adalah ikan yang tidak sehat. Ikan yang sehat bergerak cukup aktif dan sangat responsif terhadap makanan yang diberikan.

Pada saat dimasukkan dalam kantung plastik amati lagi apakah sisiknya terbuka (meregang) atau ada parasit pada tubuhnya. Pastikanlah Koi yang dibeli betul-betul sehat.

c. Bentuk tubuh yang ideal

Di Jepang sudah ada standar bentuk tubuh yang ideal untuk Koi. Bentuk tubuh harus dilihat dari samping, atas pola warnanya harus dilihat apakah memenuhi standar sebelum membelinya.

Perbandingan tinggi ikan dengan panjang ikan jika dilihat dari samping idealnya 1 : 2,5 sampai 1 : 3. Masih dilihat dari samping, ada 4 macam bentuk tubuh ikan karper. Dua bentuk merupakan bentuk ikan karper umumnya yang biasa dipelihara di kolam air deras atau kolam biasa sebagai ikan konsumsi.

Bentuk Shinshu berkepala bulat dan tidak begitu menarik tubuhnya. Yang terakhir bentuk tubuh yang ideal untuk Koi bagi orang Jepang.

Potongan ikan karper yang bisa dipelihara di kolam air deras biasanya pipih karena selalu merawan arus. Bentuk potongan melintang ikan Koi yang ideal harus mendekati bulat tetapi tidak gemuk.

Jika ikan dilihat dari atas, garis hubung tengah bibir dengan sirip ekor harus lurus, termasuk sirip ekornya. Ikan harus terbagi dua simetris oleh garis tadi, kecuali pada ikan yang siap bertelur. Tulang punggung yang tidak normal akan mengakibatkan garis ini tidak lurus.

Sirip yang berpasangan, seperti sirip dada dan sirip perut, harus seimbang bentuk dan besarnya. Sirip lainnya harus normal bentuknya. Ada beberapa syarat tambahan, seperti pada jenis Kohaku (merah-putih), sirip dadanya harus putih bersih. Sirip dada yang besar dibandingkan tubuhnya, sangat disukai orang Jepang.

d. Warna dan pola warna

Ada perbedaan selera antara orang Jepang dengan orang-orang barat (Eropa dan Amerika). Orang Jepang lebih mementingkan kemurnian warna daripada intensitasnya. Jika Koi berwarna merah-putih, warna merahnya harus seragam (tidak penting merah muda atau merah tua). Putihnya harus benar-benar murni seperti salju. Pertemuan antara merah dan putih harus terpisah secara tajam, tidak boleh ada bayangan merahnya. Pada pola warna merahnya tidak boleh ada bercak warna lainnya. Begitu juga pada bagian yang putih tidak boleh ada bercak warna merahnya sedikit pun.

Koi tidak berketurunan sama persis seperti induknya. Dari sekian banyak anaknya hanya akan ada satu atau dua yang mampu menyamai induknya. Sehingga pola warna Koi akan bervariasi sekali dan jumlahnya banyak. Orang Jepang melihat pola warna yang seimbang, apalagi dilihat dari atas.

Baca Juga:  Tips dan Cara Merawat Ikan Mas Koki Tosa agar tidak cepat Mati

Akhirnya kembali pada selera masing-masing. Mungkin, suatu waktu nanti masyarakat Indonesia akan dapat mempunyai selera sendiri untuk Koi yang baik.

e. Di mana membeli Koi?

Sekarang Koi banyak dijual di peternak yang berdedikasi penuh terhadap ikan koi berkualitas, tinggal pandai-pandai memilah memilih baik media online ataupun offline.

5. Ikan yang dibeli

Koi yang berukuran kecil sampai sedang bisa dikemas dalam kantung plastik yang cukup tebal. Biasanya di tempat penjualan sudah tersedia. Ikan dimasukkan dalam kantung dengan air secukupnya, kemudian diberi oksigen. Untuk amannya mintalah kantung plastik dilapis dua. Dan , pastikan oksigen yang dipompakan cukup untuk perjalanan dari tempat penjualanya ke rumah. Selanjutnya, kantung berisi ikan dimasukkan ke dalam kardus kemas.

Koi yang cukup besar sebaiknya dibawa dalam wadah ember atau bak plastik terbuka yang cukup besar. Kalau dikemas dalam kantung plastik, dikhawatirkan ikan akan kekurangan oksigen. Sebaliknya, dalam wadah ember atau bak terbuka dapat disediakan aerator bertenaga baterai untuk mensuplai oksigen tambahan selama perjalanan.

6. Pemeliharaan dan perawatan

kolam ikan koi depan rumah, cara memelihara ikan koi di kolam, cara merawat ikan koi di kolam terbuka, cara merawat ikan koi di kolam, budidaya ikan koi di kolam, budidaya ikan koi di kolam beton, forum kolam ikan koi

a. Memasukkan ikan yang baru dibeli dalam kolam

Ikan dari kantung plastik tidak boleh langsung dimasukkan dalam kolam, karena suhu air dalam kolam berbeda dengan suhu air dalam kantung plastik. Jika langsung dipindah, ikan akan stres dan menjadi lemah karena mengalami perubahan suhu mendadak (ikan termasuk berdarah dingin yang suhu tubuhnya disesuaikan dengan suhu lingkungan). Ikan yang lemah akan mudah terkena penyakit. Jika risikonya mati.

Sebelum dimasukkan biarkan kantung plastik mengambang di atas kolam beberapa jam dulu sampai suhunya sama. Selanjutnya sedikit demi sedikit campurkan air kolam dalam kantung plastik. Baru kemudian ikannya dilepas dalam kolam.

Ikan dari wadah pengangkut terbuka, juga diapungkan dalam kolam beberapa jam, bersama wadahnya, dan sedikit demi sedikit dicampurkan air kolam, untuk mempercepat penyamaan suhu air (jangan lupa aerator tetap dipasang!). Setelah suhu air sama, baru ikan dilepas.

b. Pemberian makan

Ikan yang baru datang sebaiknya tidak diberi makanan yang banyak. Sedikit saja, untuk membiasakannya dengan makanan baru (mungkin di tempat asalnya diberi makanan yang berbeda) sampai ikan sungguh-sungguh beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Selanjutnya pemberian makan cukup 2 kali sehari. Jumlahnya tergantung besar ikannya. Kalau agak besar makannya lebih banyak dibandingkan yang lebih kecil. Koi termasuk ikan omnivora (pemakan segala). Karena itu, Koi bisa diberi makanan, baik alami maupun buatan.

Makanan alami, seperti jentik nyamuk, cacing tanah, cacing sutera dan lainnya yang biasa diberikan pada ikan hias lainnya juga bisa diberikan pada koi.

Makanan jadi berupa pelet banyak dijual di toko makanan ikan atau di tempat penjual ikan hias. Ada yang khusus dibuat untuk Koi, seperti Hikari dari Jepang. Makanan buatan khusus ini biasanya sudah mencukupi gizinya dan bisa membuat warna Koi jadi cemerlang. Makanan berupa pellet lainnya yang biasa diberikan pada ikan maskoki bisa juga diberikan pada Koi. Jika memilih makanan buatan seperti itu pilihlah yang tipe terapung.

Ada keuntungannya memberikan makanan buatan yang terapung. Ikan akan memunculkan diri ke permukaan pada saat diberi makan. Dengan demikian keindahannya bisa dinikmati.

Memang makanan jadi berupa pellet, yang diimpor itu, mahal harganya. Bisa juga kita membuatnya sendiri untuk pengganti makanan impor. Biasanya pellet tersebut dari campuran udang kering, tepung tulang, tepung ikan dan vitamin. Harganya relatif lebih murah dibandingkan makanan impor.

Biasakan juga memberi makan dari tangan sebab hal ini akan membuat Koi menjadi jinak dan bersahabat.

7. Penyakit

Syarat agar Koi yang dipelihara sehat selalu ialah menjaga kualitas air yang digunakan karena ikan selalu berhubungan dengan air tempat tinggalnya. Buatlah jadual penggantian ari dan pembersihan kolam yang teratur. Jika air selalu baik ikan akan sehat.

Biasanya penyakit yang sering menyerang ikan mas dapat juga menyerang Koi. Misalnya white spot (bintik putih), Dropsy (sisik meregang karena bakteri), Aeromonas hydrophila dan spesies lainnya (sirip yang luka kadang-kadang merupakan tanda terserang Aeromonas), beberapa parasit/kutu ikan seperti Argulus sp. dan jamur.

Ikan koi yang terserang parasit atau penyakit, harus dipisahkan supaya ikan yang sehat tidak tertular. Dalam tempat yang tersendiri, ikan harus diberi obat. Penggunaan obat yang tepat bisa ditanyakan pada penjual obat-obatan maupun penjual ikan.

Namun, menjaga kualitas air lebih baik daripada harus mengobati ikan yang sakit. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Akhirnya, kecintaan akan hewan peliharaan akan sangat menentukan keberhasilan memeliharanya, karena perhatian dan perawatan lebih sungguh-sungguh. Panduan Lengkap: Cara Memilih dan Memelihara Ikan Koi yang Bagus Supaya Cepat Besar Tidak Mudah Mati. HS

error: