5 Langkah Penangkaran, Ternak dan Budidaya Burung Kakatua

ekor9.com. Kakaktua yang biasanya berkandang kecil sulit berkembang biak. Ternyata dengan memperbesar kandang dan melengkapi kebutuhan hidupnya, dia bisa bertelur dan mengasuh anaknya. Perlakuannya pun alamiah sehingga mudah dilakukan.

Ada lebih dari 10 spesies burung kakatua di dunia. Semuanya tergabung dalam ordo Psittaciformes, famili Cacatuidae. Belum semua anggota famili ini bisa dibudidayakan. Jenis yang bisa dibiakkan secara alamiah di Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah, adalah Cacatua alba.

Kakaktua jenis ini asli Indonesia, tersebar di Kepulauan Maluku bagian utara dan tengah. Hidupnya berpasangan atau bergerombol dalam kelompok kecil.

Menurut literatur, sukses budidayanya di dalam sangkar jarang terjadi, tapi bagian penangkaran Taman Burung, TMII berhasil menangkarkannya. Berikut ini hasil wawancara dengan Drs. Widyabrata P., Kepala Bagian Koleksi dan Penangkaran, Taman Burung.

Cara Mengembang Biakan Burung Kakatua

1. Syarat Induk yang Baik

beternak kakak tua, cara beternak kakak tua, beternak burung kakak tua, ternak kakatua jambul kuning, cara ternak kakatua jambul kuning, budidaya burung kakak tua, ternak burung kakak tua jambul kuning, penangkaran burung kakak tua raja, penangkaran burung kaka tua jambul kuning, budidaya burung kakak tua jambul kuning

Untuk mendapatkan keturunan yang baik, induk yang dikawinkan harus baik pula. Syarat utamanya induk harus sehat dan telah matang secara seksual, kira-kira berumur 2 tahun. Kakaktua jantan dan betina bisa dibedakan dari warna matanya. Yang jantan warna matanya hitam, sedang betinanya cokelat kemerahan.

Menurut Widyabrata, meskipun hal ini belum tentu akurat, tapi bisa dijadikan pegangan. Bila umurnya tidak diketahui, bisa diduga dari warna paruh dan sisik pada kaki. Makin kelam warna paruh dan makin bersisik kakinya, merupakan salah satu ciri semakin tua umur burung itu.

Baca Juga:  10 Jenis Makanan yang Paling Disukai Burung Parkit

2. Persiapan Kandang : Kandang harus kuat

Untuk membiakkan kakaktua diperlukan kandang yang cukup besar ukurannya agar mendekati situasi seperti habitat alamnya. Di Taman Burung, kakaktua ini berekmbang biak secara alamiah di kubah. Bagi hobiis yang ingin mencobanya, Widyabrata menyarankan ukuran kandang 2,5 m x 2,5 m x 5 m dan ditaruh di tempat yang agak sepi.

Kandang dibuat dari kawat yang cukup kuat karena burung paruh bengkok ini bisa merusak paruh bengkok ini bisa merusaknya. Bagian atasnya diberi atap asbes atau seng separo saja, yang lain dibiarkan terbuka hanya kawat. Ini dimaksudkan agar pada saat hujan air bisa masuk dan si burung bisa mandi. Perlu diketahui kakaktua putih ini sangat suka mandi.

3. Butuh kotak sarang

ternak burung kakak tua, cara ternak kakak tua, kandang ternak kakatua, ternak burung kakak tua jambul kuning, ukuran kandang ternak kakatua, video ternak burung kakak tua, kandang ternak burung kakak tua, ternak kakak tua, beternak burung kakak tua, ternak kakatua jambul kuning, cara ternak kakatua jambul kuning

Di dalam kandang diisi kotak sarang, tempat pakan dan minum, serta ‘tangkringan’. Kotak sarang diupayakan sebagai ganti sarang di alam bebas yang berupa lubang-lubang pohon. ‘Sarang’ ini bermanfaat saat induk bertelur dan mengerami telurnya.

Kotak terbuat dari kayu kamfer setebal 2 cm, berukuran 30 cm x 28 cm x 60 cm. Sisi depan dilengkapi dengan lubang ‘pintu’ berdiameter 12 cm. Letak ‘pintu’ agak ke atas. Tepat di bawah ‘pintu’ dipakukan sepotong kayu bulat. Untuk alas telurnya, dasar kotak sarang diberi serbuk kayu setebal 10 cm. Selanjutnya ‘sarang’ ditempatkan pada ketinggian 2 meter dan letaknya di pojok.

Baca Juga:  Lady Amherst's Pheasant Burung yang Anggun

4. Bebas pilih jodoh

cara mengawinkan kakatua burung ternak kakak tua raja mini kandang jambul kuning ukuran video tua, beternak penangkaran budidaya kaka Cara Beternak Penangkaran Budidaya Mengembangbiakan Burung Kakak Tua dari Pemilihan Kandang hingga Mengembang Biakan Kakatua

Setelah kandang siap, ke dalamnya dimasukkan 2 induk jantan dan 2 betina pada musim kawin bisa dipilih jenis burung kakatua raja ataupun burung kakatua jambul kuning. Musim kawin kakaktua terjadi 1-2 kali, berlangsung pada bulan Agustus-Desember dan Januari-Februari.

Burung-burung itu ditempatkan dalam satu kandang sampai mereka memilih pasangan masing-masing. Tandanya kalau mereka sudah berjodoh antara lain, mereka akan berteriak-teriak, berdekat-dekatan dengan pasangannya, dan saling suap.

Selama perjodohan berlangsung, pakan mereka sebaiknya bergizi dan tersedia dalam jumlah cukup. Pakan utama berupa jagung segar dengan jatah 2 tongkol per ekor sehari. Selain itu sayuran berupa kangkung dan tauge disajikan sebagai variasi seminggu sekali.

Burung juga diberi tebu yang telah dikupas untuk diisap-isap. Dan, sebagai sumber mineral terutama kalsium, disediakan jagung dilumuri tepung tulang sebulan sekali. Di samping pakan, mium juga harus selalu tersedia.

Lama waktu perjodohan tergantung kematangan seksual burung dan mau tidaknya burung itu berpasangan. Bila telah ketahuan jodohnya, ke’dua sejoli’ dipindahkan ke kandang yang lain sehingga dalam satu kandang hanya berisi sepasang burung. Hal ini dilakukan karena perkembangbiakkan akan lebih efektif dalam jumlah sedikit daripada dalam kelompok.

5. Perawatan

Pasangan burung yang dipisah akan kawin dan segera menghasilkan telur. Jumlah telur per musim kawin 1-2 butir. Ukurannya sebesar telur ayam kampung. Selanjutnya, telur tersebut akan dierami induk selama 21 hari.

Baca Juga:  Cara Ternak Perkutut Agar Cepat Bertelur "Menghasilkan Anakan"

Pengeraman dilakukan oleh kedua induk. Perilaku ini berbeda dengan kepodang, kalau pada kepodang yang mengerami hanya betinanya saja. Setelah berada dalam asuhan induk selama 7 hari, anak burung diambil dari asuhan induknya.

Anak burung itu ditempatkan dalam kotak kayu yang diberi alas kain. Kotak tersebut dimasukkan dalam lemari berkaca dengan lampu yang hangat supaya suhu di dalamnya mencapari 35-37o C. Karena dipisah dari induknya, anak burung harus disuapi.

Pakannya berupa bubur bayi, dipilih rasa buah stroberi. Penyuapan dilakukan dengan menggunakan pipet sehari 5 kali, masing-masing pukul 08.00, 12.00, 18.00, 20.00, dan 22.00. Seekor anak burung akan menghabiskan kira-kira satu gelas (200 cc) bubur tiap kali makan.

Tiga minggu kemudian bulu-bulu anak burung itu tumbuh, dan tibalah saatnya memperlakukannya agar bisa makan sendiri. Caranya, penyuapan dikurangi sementara pakan ditaruh di piring.

Pada umur 1,5 bulan diharapkan anak burung sudah bisa makan sendiri. Saat ini pulalah anak burung bisa ditempatkan di sangkar biasa di udara luar. Anak burung biasanya mulai mandiri bila sudah berumur 2 bulan.

Perawatan sehari-hari diluar pakan berupa pemeriksaan feces (kotoran) 2 hari sekali. Apabila ditemukan penyebab penyakit (terutama koksidiosis), burung diberi pengobatan. Obatnya sama dengan obat untuk ayam, hanya beda dosisnya.

Pemberian obat dilakukan 3 hari berturut-turut, kemudian istirahat selama 2 hari. Setelah itu dilihat perkembangannya. Bila sudah sembuh, pemberian obat bisa dihentikan. Cara Beternak, Penangkaran, Budidaya, Mengembangbiakan Burung Kakak Tua. -PSP

error: