5 Alasan Mengapa Kamu Jangan Menjadikan Binatang Buas sebagai Hewan Peliharaan

ekor9.com. Sebenarnya, mempertimbangkan hewan liar sebagai peliharaan pun sudah keliru. Tak seharusnya mereka diperlakukan layaknya binatang peliharaan. Meski pun anda menemukan bayi binatang buas berkeliaran seakan tak terawat, tak semestinya binatang tersebut dibawa ke rumah, diklaim, dan dijadikan peliharaan.

Yang mesti anda lakukan yaitu menghubungi pusat rehabilitasi satwa liar setempat. Kalau tidak, anda bisa meminta staff mereka untuk datang dan melihat langsung. Setidaknya cara tersebut merupakan solusi aman bagi semua pihak.

Kenapa sih enggak memelihara hewan liar?

Ilegal

Hukum sudah mengatur kalau tempat hewan liar itu bukan di penangkaran atau rumah pribadi. Kalau pun ada, berarti pelakunya sudah melanggar aturan dan terancam kena hukuman. Aturan ini berlaku untuk semua hewan liar, dewasa mau pun yang masih bayi.

Tidak Bisa Melakukan Domestikasi

Umumnya, domestikasi diartikan sebagai proses “penjinakan” binatang buas. Dengan demikian, binatang tersebut akan menyesuaikan diri dari kehidupan di alam liar menuju kehidupan di tengah manusia. Namun rupanya proses ini tak bisa dipraktikkan dengan mudah. Butuh waktu lama, bahkan sampai berabad-abad. Beda lagi dengan kucing dan anjing, yang memang sudah terbiasa dengan manusia selama ribuan tahun.

Penyakitan

memelihara binatang buas, orang memelihara binatang buas, hukum memelihara binatang buas, mimpi memelihara binatang buas, cara memelihara binatang buas, manusia yang memelihara binatang buas, artis yang memelihara binatang buas, artis indonesia yang memelihara binatang buas, memelihara binatang buas di rumah, hukum memelihara hewan buas dalam islam, orang yg memelihara binatang buas

Ternyata ada fakta mengerikan di balik upaya pemeliharaan hewan liar. Misalnya saja sigung dan rakun, yang bisa menjadi dalang rabies tanpa menunjukkan gejalanya. Bahkan data dari Centers of Disease Control and Prevention menyebutkan, kalau reptil liar dan amfibi bisa menularkaan infeksi salmonella. Intinya, memelihara hewan liar bisa mengancam keluarga dan lingkungan sekitar.

Mereka Enggak Kecil Selamanya

Seperti halnya manusia, yang bayi mungil dan tak berdaya sekali pun akan tumbuh besar, dewasa, dan kuat. Meski bayi hewan liar terlihat imut, namun ia masih membawa perangai aslinya. Sudah insting mereka untuk menggigit, menendang, menggaruk, merobek, atau merusak.

Baca Juga:  15 Cara Tradisional Paling Ampuh Mengusir Tikus Bandel dari Rumah, Dijamin Kapok!

Di masa ini, mereka memang memberi kesan menggemaskan. Namun pemeliharanya bisa jadi malah frustrasi. Mereka jadi biang kerepotan. Sementara kalau dibuang atau diabaikan, para anak hewan itu belum terampil menghindari musuh atau mencari makanan sendiri.

Bisa Jadi, Hewan Liar Tak Perlu Anda Selamatkan

Namanya juga binatang buas, alam liar sudah menjadi rumahnya. Ketika melihat anak kelinci sendirian di taman umum, anda mungkin mengira kalau hewan lucu itu perlu pahlawan untuk membantunya. Dia tampak malang dan terabaikan.

Namun faktanya, sang induk sengaja menjauhi buah hatinya di siang hari, agar keduanya tak menarik perhatian. Begitu tiba malam hari, sang induk akan datang mengecek dan memberikan makanan, kemudian tinggal untuk beberapa saat. Pola yang sangat keras untuk bayi kelinci, Namun hal itu diperlukan agar mereka belajar bertahan hidup. Bisa terbayang kalau anda memboyong anak kelinci itu, lalu ketika sang induk datang, anak-anaknya sudah tiada. Sedih sekali, bukan?

Memang, sih, ada kesan keren dan eksklusif kalau anda memelihara hewan buas. Tetapi kalau menimbang efek baik dan buruknya, sebaiknya jangan, ya. Urusannya bisa repot. Biarkan pusat rehabilitasi satwa liar atau lembaga terkait saja yang menanganinya. 5 Alasan Penting Kenapa Kamu Jangan Menjadikan Binatang Buas Sebagai Hewan Peliharaan. #RD

error: