10 Fakta Menarik Tentang Echidna

ekor9.com. Kadang orang menyebut Echidna (ekidna : bahasa) sebagai babi duri atau trenggiling berduri. Ia memang memiliki duri seperti landak, kantung seperti marsupial, dan paruh seperti burung. Namun ia juga mampu bertelur seperti reptil. Sampai saat ini, ekidna masih menjadi ordo monotremata yang masih hidup, selain platypus.

Ekidna Berparuh Panjang dan Pendek

Mamalia soliter ini berasal dari Australia, Papua, New Guinea, dan Tasmania. Tercatat ada dua genera ekidna. Ada Tachyglossus alias ekidna berparuh pendek yang memfavoritkan semut dan rayap, ada juga Zaglossus alias ekidna berparuh panjang yang lebih menyukai serangga dan cacing tanah.

ekidna echidna berparuh panjang david papua australia egg dee why ekhidna wines cottage kinda animal artarmon animals age keunikan hewan adalah bird brewery bar tombelle beer ball costumes cartoon chambery cosplay cafe decoction dan landak di daycare nowra drawing eggs engineering early learning centre events fire emblem ffbe facts finance facebook greek gully gambar hercules house habitat contoh in hindi opening hours

Ekidna moncong (paruh) panjang

Fakta Unik Ekidna

Ekidna memang unik. Bahkan ketika ilmuwan mempelajarinya, sang trenggiling berduri tersebut malah semakin aneh saja. Nah, berikut ini fakta menarik tentang ekidna.

  1. Tubuh ekidna tertutup duri berukuran 2 inci-an. Kecuali area wajah, kaki, dan bagian bawah. Sebenarnya duri tersebut berasal dari rambut yang dimodifikasi. Sementara bulu yang menyelip di antara durinya memberikan insulasi. (Insulasi = proses yang digunakan untuk mengurangi laju perpindahan panas/kalor)
  2. Dari semua mamalia, ekidna memiliki suhu tubuh paling rendah. Metabolismenya juga lambat. Namun ia memiliki harapan hidup panjang. Ekidna yang dirawat di penangkaran bisa bertahan sampai 50 tahun.
  3. Ekidna jantan memiliki alat kelamin aneh berkepala empat. Ketika berhubungan seks, dua kepala membesar untuk memasuki saluran reproduksi ekidna betina yang memiliki dua cabang. Sementara dua kepala lainnya menutup. Biasanya banyak jantan yang berupaya membuahi seekor betina saja. Karena itu hubungan ganjil mereka bisa berperan dalam kompetisi sperma.
  4. Fenomena mengherankan lain terlihat ketika ekidna tiba di musim kawin. Sekitar selusin jantan berbaris di belakang seekor betina seperti kereta. Keadaan itu bisa bertahan sampai sebulan, ada jantan yang ke luar barisan dan ada juga yang baru bergabung. Ketika betina merasa siap kawin, para jantan membuat parit. Atas nama kehormatan, para jantan itu saling dorong agar keluar dari parit. Siapa yang menang akan bertahan dan bisa mengawini sang betina.
Baca Juga:  15 Jembatan Penyeberangan Khusus Hewan di Dunia, Menakjubkan!

Ekidna jantan juga kerap kawin dengan betina yang masih hibernasi. Jadi, si jantan itu bangun lebih dahulu, lalu menyelinap ke liang-liang yang ditempati betina. Aksinya menyebabkan ekidna betina terbangun dan menyadari dirinya sudah hamil.

ekidna paruh pendek, images indore instagram apa itu jual child care kaskus klasifikasi nama latin lain moncong l'echidna pendek berasal dari mclaren vale modena mutagen menu miraflores makanan morfologi nedir noventa orari pictures of puggles puggle pet platypus pic photo restaurant shoot remover roy saonara shiraz studio création chambéry spines sewing witcher tripadvisor toy telur tentang knuckles the vigonovo video cafè villatora world wine wikipedia wiki sabaot ff14 about 3 4 link dayton court landsborough gooburrum brookdale crescent top camp place blaxland baldivis baranduda grove cowes

Ekidna paruh pendek

  1. Meski termasuk mamalia, namun ekidna (serta platypus) bertelur. Pasca kawin, ekidna betina akan mengeluarkan telur tunggal. Kulit telur tersebut lembut, namun tampak berbulu. Sang induk menyimpan telurnya ke dalam kantung. Sekitar 10 hari kemudian, telur tersebut menetas.
  2. Ekidna memang mamalia bertelur, namun ia tak memiliki puting. Hanya saja, ekidna pun mampu memberikan susu bagi anaknya. Sang induk dikaruniai kelenjar dalam kantungnya. Tambalan susu tersebut mensekresikan cairan untuk memberikan nutrisi pada buah hatinya.
  3. Seperti halnya platypus, ekidna pun bersifat elektroreseptif atau kemampuan untuk mendeteksi medan listrik di sekitarnya. Moncong mereka memiliki 400-2.000 elektroreseptor.
  4. Ekidna memang ompong, namun peran giginya bisa diganti oleh lidah. Semut, cacing, rayap, dan larva serangga bisa dilahap oleh lidahnya yang panjang dan lengket. Untuk menghancurkan makanan, mereka menggunakan semacam bantalan keras yang terdapat di langit-langit mulut belakang lidah.
  5. Tak hanya sistem reproduksinya, otak ekidna pun tidak biasa. Ukuran tubuhnya terbilang kecil, namun otaknya sangat besar. Hal tersebut dipengaruhi oleh neokorteksnya yang membesar. Baru-baru ini peneliti menemukan informasi kalau ekidna pun bisa mengalami tidur REM jika suhunya tepat, sekitar 25 derajat celcius. Tidur REM adalah kondisi normal dari tidur yang ditandai dengan gerakan cepat dan acak dari mata.
  6. Ekidna menjadi “tuan rumah” bagi Bradiopsylla echidnae, yang tak lain merupakan kutu terbesar di dunia. Dengan ukuran 4 mm, kutu ini juga disebut sebagai kumbang paling besar.
Baca Juga:  Netizen Gempar! Babi Besar Berotot Kekar ala Hulk Viral di Media Sosial

Sang penggali handal ini seperti tak henti-hentinya memberi kejutan dengan keunikannya sendiri. Demikian, 10 Fakta Menarik Tentang Echidna. #RD

error: